
Jawa Pos Radar Pacitan – Ancaman banjir, tanah longsor, dan angin kencang selama musim hujan membuat aparat gabungan di Pacitan meningkatkan kesiapsiagaan.
Polres Pacitan mulai memetakan kawasan rawan bencana sekaligus memeriksa kesiapan personel dan peralatan evakuasi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Langkah tersebut dilakukan melalui apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di halaman Mapolres Pacitan, Rabu (4/11). Kegiatan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan.
Kasi Humas Polres Pacitan Aiptu Thomas Alim Suheny mengatakan, pemeriksaan mencakup kendaraan operasional serta perlengkapan penanggulangan bencana milik masing-masing instansi.
Pengecekan diperlukan agar personel maupun sarana pendukung dapat segera dikerahkan ketika terjadi keadaan darurat.
’’Kesiapan personel maupun sarana dan prasarana harus dipastikan agar penanganan bencana dapat dilakukan dengan cepat,’’ ujarnya.
Peningkatan kewaspadaan tersebut tidak terlepas dari tingginya kejadian bencana di Jawa Timur.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sepanjang 2026 tercatat 672 kejadian bencana. Rangkaian peristiwa itu mengakibatkan 28 orang meninggal dunia dan 55 lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, kerugian material dilaporkan mencapai Rp 7,552 miliar.
Thomas menyebut, prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai musim hujan 2026/2027 turut menjadi perhatian.



