‘’Cuaca kerap berubah-ubah. Fenomena seperti ini umum terjadi setiap pergantian musim,’’ ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Erwin Andriatmoko, kemarin (12/5).
Cuaca tak menentu belakangan dipicu kondisi monsun Australia yang bertiup ke arah Jawa Timur. Diperparah dengan gangguan tropis Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Ekuatorial Rossby yang terjadi di Samudera Hindia.
‘’Dampaknya, ada peningkatan penumbuhan awan Cumulonimbus di beberapa wilayah Jawa Timur. Potensi cuaca ekstrem, seperti hujan disertai angin kencang jadi lebih meningkat,’’ jelas Erwin.
Dia berharap tingginya potensi bencana hidrometeorologi di Pacitan menjadi perhatian masyarakat. Tanah longsor ataupun angin kencang masih bisa terjadi kapan saja. ‘’Assesmen sudah kami lakukan di Desa Widoro. Sejauh ini hanya desa tersebut yang terdampak angin kencang,’’ ungkap mantan camat Tegalombo itu. (gen/naz) Editor : Hengky Ristanto