Jawa Pos Radar Pacitan – Penanganan wabah antraks di Pacitan masih menemui kendala.
Meski Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) telah menerima 30 ribu dosis vaksin dari Pemprov Jatim, baru sekitar lima ribu dosis yang terserap.
Kepala DKPP Pacitan Sugeng Santoso menyebut rendahnya serapan vaksin disebabkan minimnya partisipasi masyarakat.
’’Masih banyak warga yang takut hewannya sakit setelah divaksin,’’ ujarnya, Senin (3/11).
Sugeng menegaskan kekhawatiran itu tidak berdasar.
Petugas vaksinasi telah terlatih dan bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP).
’’Vaksin justru melindungi hewan agar kebal terhadap bakteri Bacillus anthracis,’’ terangnya.
Program vaksinasi difokuskan di wilayah rawan dan berisiko tinggi, terutama di daerah dengan lalu lintas ternak padat.
Langkah itu diambil setelah hasil uji laboratorium BBVet Wates Yogyakarta memastikan adanya tanah positif antraks di dua lokasi: Lingkungan Plelen, Kelurahan Sidoharjo, dan Desa Belah, Donorojo.
Kasus tersebut berawal dari kematian mendadak dua ekor sapi pada Oktober 2025.
’’Kami berharap masyarakat tidak takut dan segera melapor jika ada hewan ternak yang sakit agar cepat divaksin,” pungkas Sugeng. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto