Jawa Pos Radar Pacitan – Jumlah sekolah dasar (SD) di Pacitan berpotensi menyusut.
Hal tersebut menyusul adanya kajian regrouping atau penggabungan dua sekolah yang tengah disiapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan.
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Wahyono mengatakan sedikitnya terdapat 16 SD negeri yang masuk dalam draft kajian regrouping.
Namun, pihaknya belum membeberkan sekolah mana saja yang masuk dalam rencana tersebut.
Sebab, prosesnya masih dalam tahap pembahasan internal.
“Ini masih kami bahas dulu dengan para pengawas sekolah. Kami melihat dampak-dampaknya lebih dahulu, terutama terhadap proses pembelajaran,” kata Wahyono, kemarin (9/3).
Dia menjelaskan kajian regrouping dilakukan setelah ditemukan tren penurunan jumlah siswa dalam lima tahun terakhir di sejumlah sekolah dasar.
Kondisi tersebut membuat beberapa sekolah kekurangan peserta didik.
“Sehingga dinilai kurang efektif dalam penyelenggaraan pendidikan,” ujarnya.
Meski demikian, keputusan regrouping tidak dapat diambil secara terburu-buru.
Dindik harus mempertimbangkan berbagai aspek agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan dampak negatif.
Salah satunya potensi berkurangnya jumlah siswa di sekolah lain.
“Jangan sampai juga berdampak pada perekonomian masyarakat maupun kondisi sosial di lingkungan sekitar,” jelasnya.
Saat ini, dindik masih melakukan konsultasi dengan para pengawas sekolah.
Hasil pembahasan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan sebelum usulan regrouping diajukan secara resmi.
“Agar kebijakan tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto