NGAWI, JawaPos Radar Madiun - Malang nian nasib Sumarsono, warga Desa Dumplengan, Kecamatan Pitu. Ia harus harus kehilangan tiga ekor kambing miliknya. Ketiga hewan ternaknya itu terpanggang hidup – hidup akibat kebakaran yang menghanguskan kandangnya, kemarin (20/7) sekitar pukul 12.09 WIB.
Tak ayal, peternak yang memelihara memelihara 20 kambing dan tiga sapi di kandang belakang rumahnya itupun merugi akibat kelaliannya sendiri. Sumarsono yang saat kejadian sedang ke ladang rupanya lupa mematikan obat nyamuk untuk hewan ternaknya. Hal itulah yang memicu kebakaran.
‘’Tiga kambing terbakar hidup-hidup karena terikat, lainnya bias diselamatkan,’’ kata Kasi Pengendalian Operasi Damkar Satpol PP Ngawi Catur Sri Wiyanto, kemarin (20/7).
Catur mengatakan bahwa sebelumnya Sumarsono menyalakan obat nyamuk di kandangnya. Namun Sumarsono lupa mematikan api dari obat nyamuk itu sebelum pergi.Celakanya, api lantas merambat ke jerami dan mengakibatkan kebakaran.
‘’Butuh waktu dua jam untuk memadamkan sekaligus pendinginan,’’ terangnya.
Tim damkar mengerahkan dua unit mobil kebakaran dengan kapasitas enam ribu liter dan tiga ribu liter. Ditambah bantuan suplai air dari truk tangki BPBD Ngawi dengan kapasitas 5 ribu liter. Lantaran kesulitan memadamkan api dalam jerami, dua unit mobil damkar harus kembali untuk mengisi air.
‘’Sulit karena harus bongkar – bongkar jerami, memastikan dalam tumpukan sudah tidak ada bara apinya,’’ ujarnya.
Catur mengimbau masyarakat untuk lebih waspada selama musim kemarau ini. Selain suhu panas, angin yang kencang sangat berpotensi memicu kebakaran. ‘’Sebelumnya, dalam sehari ada empat laporan kebakaran. Kebanyakan karena membakar sampah, jadi masyarakat harus hati-hati,’’ pesannya. (sae/naz)
Editor : Budhi Prasetya