PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Senja di langit Ponorogo selatan begitu menawan. Menyaksikan matahari terbenam sembari menikmati kudapan memberi kesan meneduhkan saat berbuka puasa.
Keindahan alam di sepanjang Bukit Ndiri, Ngrayun, itu belakangan banyak dijadikan tongkrongan. Tak sedikit pengendara yang singgah sejenak duduk di tepi jalan yang berhadapan langsung dengan jurang curam. Seolah memberikan sensasi berdiri di atas awan. ‘’Banyak yang baru tahu kalau di sini ada spot menarik,’’ kata Anisa Rohmah, warga Baosan Lor, Ngrayun, kemarin (23/4).
Tempat itu biasa ramai saat kemarau. Langit tampak biru dan udara berembus sejuk. Jauh dari kontaminasi seperti di kota. Semua itu dapat dinikmati dengan apa adanya tanpa perlu khawatir merogoh biaya. ‘’Gratis, nggak ada karcis,’’ ujarnya.
Selama Ramadan Bukit Ndiri menjadi spot favorit ngabuburit. Asal cuaca cerah, sepanjang badan jalan dipenuhi mudamudi. Sejak beberapa tahun belakangan, banyak warung berdiri di tepi jalan. ‘’Seperti berdiri di negeri atas awan,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin/her)
Editor : Hengky Ristanto