Jawa Pos Radar Ponorogo – Kelangkaan LPG 3 kilogram alias gas melon jelang Ramadan diantisipasi sejak dini.
Pemkab Ponorogo menyiapkan langkah pengamanan distribusi, mulai persiapan tambahan stok hingga antisipasi penimbunan.
Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Ponorogo Rizky Wahyu Nugroho mengatakan, koordinasi lintas sektor sudah digelar sejak Januari.
Pemkab menggandeng Pertamina, operator SPBU, serta agen untuk menyamakan langkah pengamanan distribusi.
“Kami pastikan alokasi LPG dan BBM yang telah ditetapkan bisa tersalurkan sesuai kuota bulanan,” kata Rizky, Sabtu (8/2).
Mekanisme pengamanan berlapis bakal ditempuh ketika muncul indikasi kelangkaan.
Di lapangan, pemkab akan mengecek data alokasi melalui database distribusi dari agen, pangkalan, hingga sub pangkalan di wilayah yang dilaporkan mengalami kekosongan.
Dari sana, sumber masalah akan diketahui.
Jika alokasi sudah turun sesuai ketentuan namun terjadi kelangkaan, pemkab menduga ada persoalan di jalur distribusi.
“Kalau alokasi sudah turun sesuai ketentuan, berarti ada indikasi masalah di distribusi. Di situ kami akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk penelusuran,” jelasnya.
Terkait opsi penambahan pasokan gas melon, pemkab juga mengajukan tambahan fakultatif atau extra dropping ke Pertamina.
Sepanjang 2025, Ponorogo mendapat jatah 25.685 metrik ton LPG.
“Skema ini disiapkan khusus menghadapi Ramadan dan Idul Fitri. Jadi nanti kalau ada kekurangan, maka jatah bulan selanjutnya kami ajukan dulu untuk menutupi kebutuhan,” terangnya.
Rizky menyebut, kenaikan kebutuhan LPG jelang hari besar merupakan pola tahunan.
Aktivitas sosial dan ekonomi meningkat, sehingga konsumsi LPG dan BBM turut naik.
“Selama koordinasi berjalan dan alokasi terpenuhi, kami optimistis kebutuhan bisa tercukupi,” pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto