Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Adu Jotos Pemain vs Wasit di PON XXI, Erick Thohir: Sangat Memalukan!

Mizan Ahsani • Minggu, 15 September 2024 | 18:12 WIB
MEMALUKAN: Kronologi pemukulan wasit di pertandingan Aceh vs Sulteng, dalam laga perempat final sepak bola putra PON XXI 2024. (INSTAGRAM)
MEMALUKAN: Kronologi pemukulan wasit di pertandingan Aceh vs Sulteng, dalam laga perempat final sepak bola putra PON XXI 2024. (INSTAGRAM)

Jawa Pos Radar Madiun - Laga perempat final PON XXI 2024 antara tuan rumah Aceh vs Sulawesi Tengah (Sulteng) viral dan menjadi sorotan besar publik.

Pasalnya, terjadi insiden pemukulan wasit oleh Muhammad Rizki, pemain Sulteng.

Peristiwa itu terjadi di Stadion Dimurthala, Banda Aceh pada Sabtu (14/9) malam.

Kejadian bermula ketika wasit Eko Agus Sugiharto memberikan penalti kontroversial kepada Aceh.

Penalti tersebut diberikan Eko pada menit ke-90+6.

Hal itu memicu kemarahan Muhammad Rizki, pemain Sulteng.

Rizki yang tidak terima dengan keputusan tersebut langsung melayangkan pukulan kepada sang wasit.

Ketum PSSI Erick Thohir Bereaksi Keras

​​​​​​Ketum PSSI Erick Thohir mengecam keras kontroversi di laga sepak bola PON XXI 2024 yang melibatkan tim Aceh dan Sulteng.

Wasit Eko Agus Sugih Harto dinilai mengambil sejumlah keputusan kontroversial lalu puncaknya memberikan dua tendangan penalti untuk tim Aceh beberapa menit sebelum laga usai.

Keputusan wasit direspons pemain Sulteng dengan aksi pemukulan hingga wasit terkapar dan dilarikan dengan ambulans.

PSSI menegaskan sanksi terberat mengancam pemain dan wasit yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Memalukan. Sangat memalukan. PSSI akan mengusut tuntas peristiwa ini dan akan menjatuhkan sanksi terberat," tegas Erick, Minggu (15/9).

Erick mengatakan akan melakukan investigasi mendalam dimulai dari kepemimpinan wasit yang dinilai penuh kejanggalan.

"Pastinya akan dilakukan investigasi mendalam. Indikasi pertandingan yang tidak fair menjadi materi serius yang ditelaah," ujarnya.

"Pun halnya reaksi pemain yang dipastikan berbuah sanksi yang sangat berat," imbuh Erick.

Di samping itu reaksi yang sangat tidak sportif pemain juga dipastikan berbuah sanksi terberat.

Demi mencegah peristiwa serupa terulang, Erick menjamin akan ada hukuman paling berat.

"Tidak ada toleransi bagi pihak yang telah dengan sengaja melanggar komitmen fair play," ujarnya.

"Sanksi bukan sekadar hukuman melainkan statement dari sepak bola Indonesia yang tidak mentolerir sedikit pun praktik di luar fair play," sambungnya.

Sanksi larangan seumur hidup pun mengancam wasit dan pihak-pihak lain bila terbukti mengatur hasil laga.

Namun, Erick menegaskan pula bahwa tak ada justifikasi bagi pemain untuk melakukan aksi pemukulan.

"Ini adalah tindakan kriminal yang punya konsekuensi hukum," sebutnya.

"Skandal soal keputusan wasit jadi hal lain yang juga punya konsekuensi hukum jika memang ternyata terindikasi diatur oleh oknum tertentu," kata Erick.

PSSI menilai peristiwa ini mencoreng kehormatan sepak bola Indonesia yang mulai menunjukkan titik cerah.

Adapun hasil laga ini, Aceh melaju ke semifinal usai Sulteng memutuskan mundur sebelum pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu usai skor 1-1 di akhir waktu normal. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#pemukulan #sulteng #Erick Thohir #Wasit #sanksi #Viral #aceh #pon #pssi #investigasi