Jawa Pos Radar Madiun – Ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi akhirnya berhasil menembus babak semifinal untuk kali pertama sepanjang tur BWF musim 2025.
Prestasi tersebut diraih Ana/Tiwi di ajang BWF World Tour Super 300 Swiss Open 2025 setelah menaklukkan wakil Thailand, Laksika Kanlaha/Phataimas Muenwong, dengan skor 21-13, 21-15 di St. Jakobshalle, Basel, Jumat (21/3) malam WIB.
“Kami bertemu mereka pekan lalu di All England dan menang, tapi kami tidak boleh menganggap remeh lawan. Jadi, kami tetap waspada, apalagi kondisi lapangan dan shuttlecock sangat berbeda,” ujar Amallia Cahaya Pratiwi atau Tiwi dalam keterangan tertulis seusai pertandingan dikutip Antara, Jumat (21/4).
Kemenangan ini semakin memperpanjang catatan dominasi Ana/Tiwi atas pasangan asal Thailand tersebut.
Sebelumnya, pasangan peringkat delapan dunia itu juga menang dua gim langsung di Taipei Open 2024 dengan skor 25-23, 21-16, serta pada All England 2025 dengan kemenangan telak 21-7, 21-9.
“Kami banyak melakukan reli hari ini karena mereka juga tidak mudah mati sendiri. Jadi, kami fokus mencari celah untuk mencetak poin di tengah reli panjang,” tambah Tiwi.
Sementara itu, Febriana mengungkapkan bahwa kewaspadaan terhadap pola permainan lawan jadi kunci penting kemenangan kali ini.
“Kami saling mengingatkan untuk tetap fokus, terutama pada pukulan colongan mereka,” ujarnya.
Keberhasilan menembus semifinal di Swiss Open 2025 menjadi pencapaian terbaik Ana/Tiwi sejauh ini di musim kompetisi 2025.
Sebelumnya, hasil tertinggi yang diraih adalah babak perempat final di Super 500 Indonesia Masters 2025.
Di turnamen lainnya, mereka harus puas terhenti di babak awal, seperti di Malaysia Open, Thailand Masters, dan All England.
Berikutnya, Ana/Tiwi akan menghadapi tantangan berat di semifinal melawan unggulan kelima asal China, Jia Yifan/Zhang Shuxian.
Pasangan China tersebut melaju ke empat besar usai mengalahkan Hu Ling-fang/Jheng Yu-Chieh dengan skor 21-18, 21-11.
“Besok bertemu Jia Yifan/Zhang Shu Xian. Ini akan jadi pertemuan pertama dan kami harus bisa meredam kecepatan mereka,” pungkas Tiwi. (ota)
Editor : Mizan Ahsani