Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Cemburu Gaji Jonathan David, Penerus Del Piero di Juventus Rawan Dibajak di Bursa Transfer

Mizan Ahsani • Selasa, 23 Desember 2025 | 02:27 WIB
Pemain Juventus Kenan Yildiz masuk nominasi Kopa Trophy 2025.
Pemain Juventus Kenan Yildiz masuk nominasi Kopa Trophy 2025.

Jawa Pos Radar Madiun – Bayang-bayang masa lalu kembali menghantui manajemen Juventus.

Alih-alih mengikuti jejak idolanya, Alessandro Del Piero, masa depan Kenan Yildiz di Turin justru berisiko meniru akhir tragis cerita Paulo Dybala.

Masih segar dalam ingatan bagaimana Dybala, sang mantan nomor 10, harus meninggalkan Juventus dengan derai air mata menuju AS Roma akibat kegagalan negosiasi kontrak.

Kini, situasi serupa mulai membayangi bintang muda asal Turki tersebut.

Meskipun Pelatih Juventus Luciano Spalletti melihat Yildiz sebagai masa depan klub dan sang pemain merasa nyaman di Turin, fakta di meja negosiasi berkata lain.

Dialog antara manajemen dan agen Yildiz dikabarkan sedang macet.

Fase deadlock ini sangat berbahaya karena klub-klub top Eropa, terutama dari Premier League (Liga Inggris), siap memanfaatkan celah dengan tawaran gaji di luar nalar.

Jika tawaran fantastis dari Inggris datang di bursa transfer, Juventus akan kesulitan mempertahankan posisi tawarnya.

Masalah Kesenjangan Gaji

Akar permasalahannya adalah uang. Gaji Yildiz saat ini dinilai sudah tidak relevan dengan peran sentralnya sebagai pemilik nomor punggung 10.

Gajinya saat ini kurang dari 1,7 juta euro per musim atau sekitar Rp 28 miliar. Ia meminta gaji 5 atau 6 juta euro per musim atau sekitar Rp 84 miliar-Rp 100 miliar.

Pihak Yildiz menuntut kenaikan signifikan karena melihat standar gaji di skuad saat ini.

Sebagai perbandingan, Jonathan David yang didatangkan musim panas lalu langsung mendapat kontrak 6 juta euro per musim.

Yildiz yang perannya tak kalah vital saat ini digaji empat kali lipat lebih rendah dari David.

Tawaran Juventus sebenarnya sudah mendekati angka permintaan, namun masih terlalu banyak bergantung pada bonus, bukan gaji pokok.

Selain uang, Yildiz memiliki prioritas lain. Ia ingin bermain di tim yang kompetitif di Italia dan Eropa.

Saat ini, performa Juventus di bawah Spalletti masih naik turun, terutama di kancah Eropa.

Yildiz dan manajemen sepakat untuk mengambil jeda waktu guna melihat perkembangan tim di sisa musim ini.

Namun, tanpa adanya kesepakatan tertulis secepatnya, risiko kehilangan talenta terbesar Bianconeri secara gratis atau murah di masa depan semakin nyata.

Apakah Yildiz akan menjadi legenda seperti Del Piero, atau pergi dengan penyesalan seperti Dybala? Waktu yang akan menjawab. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#bursa transfer #kontrak #Juventus #Spalletti #del piero #gaji #jonathan david #liga inggris #Kenan Yildiz