JAKARTA - Real Madrid akhirnya terhindar dari hasil memalukan di kandang sendiri setelah menundukkan Rayo Vallecano dalam laga pekan ke-22 La Liga.
Gol penalti Kylian Mbappe pada menit ke-90+10 memastikan Los Blancos meraih kemenangan krusial di Santiago Bernabeu, Minggu (1/2/2026) malam WIB.
Gol tersebut menjadi salah satu momen paling menentukan Real Madrid musim ini. Mbappe dengan tenang mengecoh Augusto Batalla dari titik putih di injury time, sekaligus mencatatkan gol ke-22-nya di La Liga.
Tambahan tiga poin membuat Madrid tetap menempel ketat Barcelona di papan atas klasemen, hanya terpaut satu poin.
Sebelumnya, Madrid berada dalam situasi genting. Dominasi penuh di babak kedua tak kunjung berbuah gol tambahan usai Rayo Vallecano menyamakan kedudukan.
Tekanan demi tekanan dilancarkan tuan rumah, namun solidnya pertahanan Rayo dan aksi disiplin Batalla membuat skor bertahan 1-1 hingga menit-menit akhir.
Drama memuncak ketika Brahim Diaz dijatuhkan di kotak penalti pada menit 90+8. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.
Mbappe yang maju sebagai eksekutor menuntaskan tugasnya dengan dingin, mengirim bola ke arah berlawanan dari gerakan kiper. Bernabeu pun meledak menyambut gol penentu tersebut.
Kemenangan Madrid kian dipertegas dengan kartu merah yang diterima pemain Rayo, Pep Chavarría, pada menit 90+13.
Sebelumnya, Rayo juga harus bermain dengan sepuluh orang setelah Pathe Ciss diusir keluar lapangan pada menit ke-81 akibat tekel keras terhadap Dani Ceballos.
Gol Cepat Vinicius Jr, Bellingham Cedera
Madrid sejatinya membuka laga dengan meyakinkan. Gol pembuka dicetak Vinicius Junior pada menit ke-15 lewat tembakan melengkung indah ke sudut atas gawang Batalla.
Gol itu menjadi respons sempurna atas cemoohan yang sempat mengarah kepadanya di awal pertandingan.
Namun, situasi berubah ketika Jude Bellingham harus ditarik keluar pada menit ke-10 karena cedera hamstring.
Kehilangan gelandang kunci sempat memengaruhi ritme permainan, meski Madrid tetap mengontrol penguasaan bola.
Rayo Bangkit, Madrid Tertekan
Rayo Vallecano tampil lebih berani di babak kedua. Gol penyama kedudukan lahir pada menit ke-49 melalui Jorge de Frutos yang lolos dari pengawalan dan menaklukkan Thibaut Courtois.
Sejak saat itu, laga berubah menjadi ujian kesabaran bagi Madrid. Peluang demi peluang tercipta.
Mbappe sempat membentur mistar gawang, Eduardo Camavinga juga nyaris mencetak gol, sementara Courtois melakukan penyelamatan krusial untuk menjaga Madrid tetap hidup dalam pertandingan.
Tekanan Madrid baru benar-benar terbayar di detik-detik terakhir lewat penalti Mbappe. Gol tersebut bukan sekadar penentu kemenangan, melainkan juga simbol mental juara Los Blancos di tengah tekanan besar perburuan gelar.
Editor : Ockta Prana Lagawira