BPS Ungkap Alasan Turis Asing Berlibur ke Indonesia, 58 Persen Demi Wisata Kuliner

Jawa Pos Radar Madiun - Daya tarik pariwisata Nusantara di mata dunia ternyata tidak melulu soal keindahan alam tropis atau bentangan pantai berpasir putih.
Pesona tersembunyi yang belakangan sukses menghipnotis para pelancong mancanegara justru terletak pada kekayaan cita rasa di atas meja makan.
Lebih dari separuh turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) rupanya sengaja terbang jauh-jauh ke Indonesia demi memanjakan lidah mereka.
"Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa 58,34 persen dari wisatawan yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2025 melakukan aktivitas wisata kuliner atau gastronomi," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana .
Menurut Widiyanti, status Indonesia sebagai negara kepulauan telah membuahkan ragam kuliner dengan identitas budaya yang sangat pekat.
Ekosistem gastronomi Nusantara ini melibatkan sebuah perjalanan panjang dan gotong royong dari berbagai kalangan masyarakat.
Semuanya bermula dari jerih payah para petani, ketangguhan nelayan, hingga racikan tangan dingin para juru masak lokal dari generasi ke generasi.
"Salah satu satu aset terbesar Indonesia sebagai destinasi wisata yaitu warisan gastronomi yang begitu kaya dan berakar kuat pada budaya masyarakat," ujar Widiyanti.
Fenomena "bule doyan makan" ini praktis menjadi angin segar bagi Kementerian Pariwisata untuk memacu angka kunjungan turis internasional.
Tercatat, sejak Januari hingga Juli 2026, jumlah pelancong asing yang masuk ke Tanah Air sudah menyentuh angka 8,98 juta kunjungan.



