Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Begawan Wisnungkara (1) - Harga Diri Seorang Pemimpin

Ki Damar • Selasa, 24 September 2024 | 02:30 WIB

 

Ilustrasi lakon wayang Begawan Wisnungkara (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi lakon wayang Begawan Wisnungkara (AI GENERATED/CHAT GPT)

"ANAK Prabu, apakah paduka akan tetap berdiam diri?"

Begawan Wisnungkara berkata dengan tenang.

"Utusan paduka, Gohmuka, telah dibunuh oleh Dasamuka. Membunuh utusan adalah tindakan yang jelas mengisyaratkan perang," sambungnya.

Prabu Danapati, raja Lokapala, tampak dilema.

"Bagaimana bisa aku melawan adikku, Bapa Panembahan?" kata Danapati.

"Jika Dasamuka benar-benar menginginkan Lokapala, aku rela menyerahkan negara ini demi menghindari banyak korban," tambahnya.

"Anak Prabu, seorang raja juga harus memiliki kewibawaan," jawab Wisnungkara dengan penuh kebijaksanaan.

"Harga diri seorang pemimpin adalah segalanya."

Begawan Wisnungkara, yang sebenarnya adalah titisan Hyang Wisnu, merupakan pujangga di kerajaan Lokapala.

Kebijaksanaan dan kecerdasannya menjadikannya penasihat yang dihormati meskipun usianya sudah lanjut.

"Lalu, apa yang harus aku lakukan, Bapa Panembahan?" tanya Danapati.

"Seorang raja harus punya kasih sayang, namun bila kasih itu merugikan negara, tegaslah. Tak peduli itu saudara atau keluarga, jika negara terancam, kamu harus siap bertindak." (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#dasamuka #Wisnu #Lakon #wayang #lokapala