BATARA Indra, dewa penguasa petir dan guntur, adalah salah satu dari putra-putra Batara Guru.
Ia memiliki tanggung jawab yang luas di kahyangan.
Mulai dari mengatur ketertiban, memimpin para bidadari, dan mengurus pemberian hadiah atau anugerah dari dewa kepada manusia yang berjasa.
Batara Indra tinggal di Kahyangan Tenjamaya dan dikenal pula dengan nama Batara Sakra.
Gelar itu dia peroleh saat ia turun ke dunia dan memerintah di Medanggana sebagai Prabu Sakra.
Batara Indra memiliki seekor gajah tunggangan yang bernama Airawata dan senjata khasnya adalah Bajra.
Itu sebuah senjata yang dapat mengubah arahnya menjadi petir saat dilemparkan ke musuh.
Senjata ini merupakan penjelmaan dari tulang belulang Maharsi Datica, membuatnya memiliki kekuatan yang luar biasa ampuh.
Dalam kehidupan pribadinya, Batara Indra menikah dengan Dewi Wiyati dan mereka dikaruniai lima orang putra dan tiga orang putri.
Putra-putranya meliputi Batara Citrarata, Batara Citragna, Batara Citrasena, Batara Jayantaka, dan Batara Jayantara.
Adapun putrinya, Dewi Tara menikah pertama kali dengan Subali dan kemudian dengan Prabu Sugriwa.
Sementara, Dewi Tari menjadi istri Rahwana, raja Alengka, dan Dewi Supraba yang menikah dengan Arjuna, salah satu pandawa terkemuka.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani