ANOMAN, putra Batara Guru dan Dewi Anjani, adalah sosok kekasih dewata dengan berbagai keistimewaan.
Lahir dari Dewi Anjani, putri sulung Resi Gotama dan Dewi Windradi, Anoman dikenal memiliki umur yang sangat panjang, melintasi era Ramayana hingga Mahabharata.
Bahkan tokoh wayang ini hidup sampai zaman Madya.
Ia diberkahi Cupumanik Astagina dan memiliki kesaktian seperti Aji Sepiangin dari Bathara Bayu, Aji Pameling dari Bathara Wisnu, dan Aji Mundri dari Resi Subali.
Anoman memiliki penampilan yang mencerminkan kebesarannya.
Ia memakai Pupuk Jarotasem Ngrawit, Gelung Minangkara, Kelat bahu Sigar Blibar, dan kain Poleng berwarna hitam, merah, serta putih.
Aksesori lain yang menambah keanggunannya adalah Gelang Candramurti dan Ikat Pinggang Akar Mimang.
Dalam perjalanan hidupnya, Anoman menikah tiga kali.
Pernikahannya yang pertama dengan Dewi Urangrayung, putri Begawan Minalodra dari Kandabumi, menghasilkan seorang putra bernama Trigangga atau Triyangga.
Wujudnya kera putih.
Pernikahan keduanya dengan Dewi Sayempraba, putri raksasa Wisakarma dari Gowawindu, tidak dikaruniai anak.
Kemudian, Anoman menikah lagi dengan Dewi Purwati, putri Resi Purwapada dari pertapaan Andonsumawi, dan memiliki seorang putra bernama Purwaganti.
Anoman dikenang sebagai prajurit yang berani, sopan, setia, waspada, pandai berlagu, rendah hati, dan teguh dalam pendirian.
Ia berakhir dengan moksa, di mana raga dan sukmanya lenyap di pertapaan Kendalisada, menandakan kesempurnaan spiritualnya.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani