Jawa Pos Radar Madiun – Setelah tiga bulan di Pulau Neraka, Sin Liong dan Swat Hong akhirnya diperbolehkan pergi.
Kepergian mereka meninggalkan kesedihan mendalam bagi Soan Cu.
Cucu Majikan Pulau Neraka itu ingin ikut tetapi dilarang oleh kakeknya, Ouw Kong Ek.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 58, Sin Liong Terjebak Konspirasi Pulau Neraka
1. Sin Liong Menepati Janji
Sin Liong meneliti racun di Pulau Neraka dan menemukan penawarnya.
Banyak penghuni pulau itu akhirnya sembuh.
Pengobatan oleh Sin Liong ini menjadikannya dihormati warga Pulau Neraka.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo Bagian 57, Bertaruh Nyawa Berjumpa Ketua Pulau Neraka
2. Swat Hong dan Soan Cu Jadi Sahabat
Awalnya cemburu, Swat Hong akhirnya memahami ketulusan Soan Cu.
Ia juga sadar Sin Liong tidak menaruh hati pada siapa pun.
Kedua dara remaja ini akhirnya mulai akrab dan bersahabat.
3. Hari Perpisahan yang Berat
Penghuni Pulau Neraka mengantar dua oendekar remaja ini ke pantai.
Soan Cu menangis dan ingin ikut, tetapi dilarang kakeknya.
Sin Liong dan Swat Hong juga menolak karena perjalanan mereka berbahaya.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo bagian 49, Sin Liong Menentang Ketidakadilan di Istana Pulau Es
4. Soan Cu Membulatkan Tekadnya untuk Pergi
Setelah perahu berlayar, Soan Cu bersikeras ingin meninggalkan Pulau Neraka.
Dia ingin mencari ayahnya yang mengembara entah ke mana.
Ouw Kong Ek hanya bisa pasrah dan sedih.
Sejak saat itu, dia menyadari cucunya mulai mengenal cinta dan tak akan bertahan lama tinggal bersamanya.
Sin Liong dan Swat Hong akhirnya bebas.
Lantas ke manakah Soan Cu pergi setelah nekat meninggalkan Pulau Neraka?
Simak petualangan Bu Kek Siansu dalam Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani