Jawa Pos Radar Madiun – Mari simak kembali kisah Sin Liong dan Swat Hong.
Sepasang pendekar remaja ini bergegas menuruni lereng Awan Puncak Merah melanjutkan perburuan.
Menuju markas para pendekar Bu-tong-pai di Bu-tong-san.
Perguruan yang kabarnya kini dipimpin The Kwat Lin.
Meski menggunakan lari cepat, mereka menempuh perjalanan hampir sebulan.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 74: Duel Sengit Beruang vs Ular Laut Raksasa!
1. Mendaki ke Puncak Bu-tong-San
Petani setempat memberi tahu markas Bu-tong-pai terletak di salah satu puncak Bu-tong-san.
Sebelum sampai ke tujuan, Sin Liong mengingatkan Sin Liong agar dapat membawa diri.
Sin Liong senang bertemu Swat Hong, tetapi khawatir sifatnya yang mudah marah akan menyebabkan konflik.
Swat Hong menegaskan hanya ingin menghadapi The Kwat Lin.
2. Ketegangan di Bu-tong-pai
Setibanya di gerbang Bu-tong-pai, mereka dikepung oleh belasan murid perguruan.
Swat Hong tak dapat menyembunyikan watak kerasnya dan siap bertarung jika ada yang membela The Kwat Lin.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 72, Swat Hong Bersumpah Memburu Kwat Lin!
3. Meredam Kemarahan, Mengurasi Kesalahpahaman
Ketua Bu-tong-pai yang sah, Kui Tek Tojin, semula mengira mereka sekutu The Kwat Lin.
Setelah pertarungan singkat, Sin Liong menjelaskan bahwa mereka justru ingin menuntut balas pada The Kwat Lin.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 71, Wasiat Terakhir Raja Pulau Es
4. Informasi tentang The Kwat Lin
Kui Tek Tojin menjelaskan bahwa The Kwat Lin telah meninggalkan Bu-tong-pai setelah upayanya menyusup ke istana gagal.
Kini ia menjadi buronan pemerintah dan melarikan diri bersama anak buahnya.
5. Petunjuk ke Rawa Bangkai
Kui Tek Tojin menyarankan agar Sin Liong dan Swat Hong mencari The Kwat Lin di Rawa Bangkai.
Dia juga memperingatkan bahwa tempat tinggal Kiam-mo Cai-li itu sangat berbahaya. Setelah berpamitan, mereka segera meninggalkan Bu-tong-pai untuk melanjutkan pencarian.
Nantikan kelanjutan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani