Jawa Pos Radar Madiun - Puncak Awan Merah (Tai-hang-san) merupakan tempat tinggal Tee-tok (Racun Bumi).
Pendekar gaek ini turut mewarnai perjalanan cerita Bu Kek Siansu dengan kepribadiannya yang galak namun memiliki kejujuran.
Dia juga sangat perhatian dan menyanyangi putri tunggalnya, Siang-koan Hui.
1. Nama Asli dan Julukan
Pendekar gaek ini bernama asli Siang-koan Houw.
Dalam dunia persilatan, ia dijuluki Tee-tok (Racun Bumi).
Ia memiliki banyak anak buah dan hewan peliharaan seekor harimau.
2. Ciri Fisik dan Usia
Diperkirakan berusia sekitar 50 tahun.
Berwajah keras dengan sorot mata tajam, memperlihatkan pengalaman, ketegasan, dan ketangguhan.
Suka melanglangbuna untuk memperluas pengalaman dan menambah ilmu silat.
3. Sifat dan Kepribadian
Dikenal sebagai pendekar keras yang tidak memberi ampun kepada musuh.
Sikapnya blak-blakan, tidak suka berbasa-basi atau berpura-pura.
Ahli dalam meracik dan menggunakan racun sehingga membuatnya sangat ditakuti di dunia persilatan.
4. Majikan Awan Puncak Merah
Tee-tok adalah penguasa wilayah Tai-hang-san, yang terkenal sebagai markas Awan Puncak Merah.
Memiliki seorang putri, Siang-koan Hui, yang juga berkiprah di dunia persilatan.
Pernah menyambut dan menjamu para pendekar muda yang baru turun gunung.
Seperti Sin Liong, Swat Hong, Soat Cu dan Kwee Lun di markasnya.
5. Rencana Pernikahan Putrinya
Tee-tok merencanakan perjodohan putrinya, Siang-koan Hui, dengan seorang pendekar muda berbakat bernama Bu Swi Liang.
Namun rencana itu gagal, karena Bu Swi Liang ternyata menyimpang dari jalur kebaikan.
Ia malah menjadi pengikut The Kwat Lin, tokoh ambisius yang menyeret dunia persilatan ke dalam kekacauan demi kepentingan politiknya.
6. Hubungan dengan Pendekar Lain
Belasan tahun lalu, Tee-tok pernah mendatangi Jeng Hoa San (Gunung Seribu Bunga) bersama para pendekar sakti.
Antara lain, Thian-tok (Racun Langit), Ciang Ham julukannya Thian-he Te-it (Sedunia Nomor Satu), Gin-siauw Siucai (Pelajar Bersuling Perak) dan Lam-hai Seng-jin (Manusia Sakti Laut Selatan).
Para pendekar itu tertarik dengan Sin Liong, yang saat itu masih kecil dan dijuluki Sin-tong (anak ajaib) karena kemampuannya menyembuhkan berbagai penyakit.
Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani