Jawa Pos Radar Madiun – Pendekar tua itu bernama Lam-hai Sengjin (Manusia Dewa dari Laut Selatan).
Dia seorang tosu sakti yang tinggal di sebuah pulau terpencil yang dikenal sebagai Pulau Kura-kura di wilayah Laut Selatan.
Ia merupakan seorang ahli silat dan ahli tenaga dalam tingkat tinggi, serta menguasai ilmu pengobatan kuno dan pernapasan dalam.
Namanya dikenal luas di dunia persilatan (kangouw) karena kepandaiannya yang luar biasa.
Sudah lama dirinya hidup menyepi, menjauhi urusan politik maupun perebutan kekuasaan.
Sebagai seorang guru, Lam-hai Sengjin mendidik muridnya dengan disiplin keras, termasuk Kwee Lun.
Walaupun demikian, Lam-hai Sengjin sebenarnya berhati mulia dan selalu membimbing murid-muridnya untuk mengutamakan kehormatan dan kebenaran dalam berkelana di dunia kang-ouw.
Ciri Khas:
- Berpenampilan sebagai tosu tua berwajah tenang namun berwibawa.
- Memiliki kepandaian tinggi dalam ilmu silat laut dan teknik pernapasan.
- Sering diasosiasikan dengan sosok misterius yang penuh kebijaksanaan.
- Tidak mudah mencampuri urusan dunia luar, namun bergerak jika menyangkut kehormatan atau ancaman besar.
Ia juga termasuk tokoh yang dihormati di antara para pendekar tua dan senior lainnya.
Dalam cerita silat Bu Kek Siansu, Lam-hai Sengjin tampil sebagai tokoh penting yang meskipun jarang muncul, pengaruhnya besar melalui Kwee Lun. (fin)
Editor : Mizan Ahsani