Lakon Wayang oleh Ki Damar*
Di tengah pertikaian itu, Adipati Kahana mencari Sumber Katong di penjara bawah tanah Suroteleng. Ia menelusuri satu per satu tahanan hingga melihat sosok lusuh yang duduk sigap bersila.
“Apakah kau Sumber Katong? Hai Sumber Katong, aku Adipati Tunggarana, Adipati Kahana.”
Mendengar suara yang sangat dikenalnya, Sumber Katong membuka mata dan mendekat. Ia menangis haru, memeluk sang adipati meski terhalang jeruji besi.
“Duh Sinuwun, maafkan aku karena tertangkap Prabu Sitija.”
“Kau tidak salah. Akulah yang bersalah karena baru sekarang aku memberanikan diri menemui dirimu.”
Baca Juga: Lakon Wayang Adipati Kahana 1, Mencari Keadilan ke Wirata
“Duh Sinuwun, tempat ini berbahaya. Mengapa kau mempertaruhkan nyawamu datang ke sini?”
Adipati Kahana menjelaskan bahwa ia meminta bantuan Raden Gatotkaca untuk mencari keadilan bagi bumi Tunggarana.
Ia lalu meminta Sumber Katong menyerahkan surat asli mengenai pelepasan Tunggarana dan bersedia bersaksi dalam sidang di Wirata.
“Hamba siap Sinuwun. Ketahuilah, mungkin Prabu Sitija tidak mengetahui kebenaran dan telah dihasut oleh Pancatnyana. Waktu itu tulisan Prabu Tremboko jelas menyebutkan bahwa Tunggarana beralih ke Pringgondani karena Suroteleng tidak sanggup memimpin Tunggarana. Mungkin hal ini yang tidak dapat diterima Pancatnyana, sehingga ia menghasut Prabu Sitija untuk menarik kembali Tunggarana ke Trajutrisna.”
“Jadi begitu rupanya. Artinya Pancatnyana mengadu domba rajanya dengan Gatotkaca, dan sebenarnya kita berada di bawah kepemimpinan Pringgondani.”
(*/naz)
*Penuis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani