Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Rajapati Madiun, Pamit Tahun Baru Anak Jadi Nastapa Bapak, Kasus Pembunuhan Jolorante Josenan

Deni Kurniawan • Kamis, 1 Januari 2026 | 14:40 WIB
Ilustrasi pembunuhan di Jalan Jolorante, Josenan, Kota Madiun, pada 1 Januari 2026.
Ilustrasi pembunuhan di Jalan Jolorante, Josenan, Kota Madiun, pada 1 Januari 2026.

BEBERAPA jam setelah peristiwa terjadi, aparat Unit Satreskrim Polres Madiun Kota mengamankan seorang pelajar SMK berusia 16 tahun berinisial MRV.

Saat itu, MRV tengah pulas di kamar tidur rumahnya. Terlentang dengan kondisi acak-acakan.

Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan, seolah malam telah usai, meski dampaknya baru saja dimulai.

Semua itu berawal Kamis, 1 Januari 2026 pagi di Jalan Jolorante, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Warga sekitar terbangun di sebuah pagi yang tak biasa. Merah lngit fajar kala itu lebih pekat ketimbang biasanya.

Sebuah kabar bergerak pelan namun pasti, menembus pintu-pintu rumah dan gang sempit.

Bahwa, seorang pemuda ditemukan tak bernyawa. Usianya baru 19 tahun. Namanya Verind Wibowo Putra.

Dia warga Jalan Nitinegoro, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman.

Tubuhnya ditemukan dengan luka tusuk di bagian pinggang dan leher.

Penemuan terjadi di depan rumah Rochmini, sebuah titik yang sebelumnya tak pernah menyimpan sejarah kelam.

Malam pergantian tahun yang seharusnya menjadi penanda awal justru berubah menjadi akhir.

Berita yang beredar, sebelum kejadian berdarah itu, Verind diketahui berada bersama terduga pelaku dan beberapa rekannya dalam sebuah pesta minuman keras alias miras.

Dini hari yang mestinya berlalu tanpa catatan justru menyisakan jejak yang tak bisa dihapus oleh waktu.

Ketika matahari naik, lokasi kejadian telah berubah rupa. Jalanan tampak bersih.

Bercak darah yang sebelumnya mengalir di aspal telah disiram air.

Botol-botol minuman keras dibungkus plastik hitam dan disusun di antara pot bunga.

Tempat kejadian perkara terlihat rapi, namun kehilangan banyak petunjuk penting.

Jenazah Verind kemudian dibawa ke RS Griya Husada untuk menjalani proses otopsi.

Bersamaan dengan itu, MRV yang sebelumnya telah diamankan polisi, menjalani pemeriksaan intensif oleh Unit PPA Satreskrim Polres Madiun Kota.

Penanganan perkara sepenuhnya diambil alih oleh kepolisian tingkat kota.

Ketua RT setempat, Heri Wijayanto, mengaku tidak mengetahui secara rinci kronologi kejadian.

Namun sejak sekitar pukul 05.30 WIB, aparat kepolisian telah mendatangi lingkungan tersebut untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Sayangnya, proses identifikasi tidak berjalan maksimal karena sejumlah barang di sekitar lokasi telah dibersihkan dan dibuang sebelum petugas tiba.

Keterangan warga, lokasi itu memang kerap dijadikan tempat berkumpul pemuda hingga larut malam.

Peringatan agar tidak begadang di area tersebut sudah beberapa kali disampaikan, namun kebiasaan itu terus berulang.

Informasi lain yang berkembang menyebutkan bahwa peristiwa bermula ketika korban datang bersama seorang perempuan pada dini hari.

Selanjutnya, Verind ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dan meninggal dunia.

Dugaan sementara mengarah pada persoalan asmara, dengan kemungkinan pelaku berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.

Kepolisian masih terus mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.

Di rumah duka, kesedihan hadir tanpa suara. Dwi Wibowo, ayah korban, masih mencoba menerima kenyataan bahwa anak keduanya telah pergi secara tragis.

Sebelumnya, pada Rabu malam, 31 Desember 2025, Verind sempat berpamitan untuk merayakan pergantian tahun bersama teman-temannya.

Tak ada kecurigaan, tak ada firasat apapun di benak sang bapak.

Dwi tidak mengetahui ke mana anaknya pergi malam itu.

Namun, kabar duka baru diterimanya setelah dihubungi rekan-rekan korban.

Kepergian Verind menjadi luka yang datang tiba-tiba, tanpa kesempatan untuk bersiap.

Meski terpukul, Dwi memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat kepolisian.

Harapannya sederhana: proses hukum berjalan sesuai aturan dan keadilan ditegakkan sebagaimana mestinya.

Rumah duka sarat suasana haru yang terus mengalir. Kerabat, tetangga, dan warga sekitar silih berganti datang menyampaikan belasungkawa.

Tak banyak kata yang terucap. Kehadiran menjadi bentuk empati yang paling jujur. (den)

Editor : Deni Kurniawan
#tahun baru #korban #Verind #rajapati #duka #josenan #madiun #polres #Cerita #Nyata #pembunuhan #Jolorante