Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kumbayana dan Sumpah di Tepi Laut Bagian 5 Habis: Janji kepada Seorang Bidadari

Ki Damar • Selasa, 9 Juni 2026 | 18:16 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Kumbayana. (RADAR MADIUN)
Ilustrasi tokoh wayang Kumbayana. (RADAR MADIUN)

Oleh: Ki Damar*

"Karena engkau lebih takut melanggar janji daripada kehilangan kebahagiaanmu sendiri."

Matahari mulai terbit di ufuk timur. Sinar keemasannya perlahan menyelimuti mereka berdua. Kumbayana memandang lekat wajah Dewi Wilutama.

"Apakah semua ini benar-benar takdir?"

Dewi Wilutama tersenyum lembut.

"Kadang takdir datang dalam bentuk yang tidak kita mengerti." Ia menatap Kumbayana dengan penuh keteduhan. 

"Dan kadang pula pertolongan datang dalam wujud yang tidak pernah kita bayangkan."

Kumbayana tersenyum. Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Negara Atas Angin, hatinya merasa benar-benar damai.

Beberapa hari kemudian, setelah mendapat restu dari para dewa dan para resi, Kumbayana akhirnya menikahi Dewi Wilutama.

Baca Juga: Cerpen Wayang Prabu Baka dan Darah Ekacakra Bagian 1: Ketika Pemimpin adalah Sumber Ketakutan Rakyatnya

Pernikahan itu menjadi peristiwa besar yang dikenang oleh banyak negeri.

Bukan karena kemegahannya, melainkan karena kisah luhur seorang kesatria yang teguh menepati sumpahnya, dan kisah seorang bidadari yang menemukan cinta sejati dalam ketulusan hati manusia.

Sejak saat itu, sebelum melanjutkan perjalanan panjangnya untuk menemui Raden Sucitra, Kumbayana sering berpesan kepada para murid dan kesatria muda:

"Jangan sembarangan mengucapkan janji. Sebab, langit mendengar setiap kata yang keluar dari mulut manusia. Dan ketika takdir datang menagih janji itu, hanya orang-orang berjiwa berani yang mampu menepatinya."

Selesai berucap, ia menggenggam erat tangan Dewi Wilutama.

Mereka berdua memandang bersama ke arah lautan luas yang pernah mempertemukan keduanya. 

Laut yang dahulu menjadi penghalang, kini telah bertransformasi menjadi saksi abadi lahirnya sebuah cinta yang ditulis oleh sumpah dan takdir. (*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#kumbayana #cerpen #wayang