Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerpen Wayang Garuda Yeksa 3: Dihujani Ribuan Panah di Medan Kurusetra

Ki Damar • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:07 WIB
Ilustrasi kereta kencana Garuda Yeksa dalam cerita wayang. (RADAR MADIUN)
Ilustrasi kereta kencana Garuda Yeksa dalam cerita wayang. (RADAR MADIUN)

Cerpen Wayang oleh Ki Damar*

"Cukup kalahkan rasa takut Paduka terlebih dahulu."

Raden Utara tersenyum hambar.

"Lebih mudah mengalahkan seribu musuh daripada mengalahkan ketakutan sendiri."

Belum sempat percakapan berlanjut, Wrehatnala tiba-tiba mengibaskan tali kekang.

"Hyaaah!"

Kereta pusaka Garuda Yaksa melesat lurus menuju pusat pasukan Astina.

Utara terperanjat.

"Wrehatnala! Apa yang kaulakukan?"

"Kita harus masuk lebih dekat."

"Itu sama saja mencari kematian!"

Wrehatnala tetap tenang. Tatapannya lurus mengarah ke depan.

"Kadang musuh harus melihat keberanian kita sebelum kita melihat kelemahan mereka."

Dari kejauhan, Patih Sengkuni menyipitkan mata.

Baca Juga: Bukan Cuma Sekali: Ini Misi Evakuasi Medis Keenam Spanyol untuk Anak-Anak Gaza

"Itu... Garuda Yaksa?"

Raja Awangga Basukarna ikut mengalihkan pandangan ke arah kereta yang melaju tanpa ragu.

"Kereta pusaka Wirata berani menerobos ke tengah pasukan?"

Sengkuni tersenyum sinis.

"Hanya seorang bocah yang menjadi kusirnya."

Basukarna menggeleng pelan.

"Jangan lengah. Kereta itu tidak pernah muncul tanpa membawa kejutan."

Sengkuni segera mengangkat tangan tinggi.

"Prajurit Astina!"

Seluruh pasukan serentak menoleh ke arahnya.

"Hujani kereta itu dengan panah! Jangan biarkan mereka mendekat!"

Dalam sekejap, ribuan busur ditarik bersamaan.

Wuusss...!

Hujan panah memenuhi langit. Desing anak panah bergema bagaikan kawanan lebah raksasa yang melesat menuju sasarannya.

Raden Utara membelalak ketakutan.

"Wrehatnala...!"

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
wrehatnala garuda yeksa cerpen wayang