PADANG PANJANG – Pelaku usaha perempuan kembali menunjukkan daya saing di pasar global.
Salah satunya Vianti Maghdalena, pengusaha UMKM asal Padang Panjang yang sukses menembus pasar ekspor hingga Inggris.
Produk bumbu instan miliknya dengan merek Wan Alan kini semakin dikenal luas, baik di dalam maupun luar negeri.
Usaha tersebut bermula dari skala rumahan saat pandemi. Awalnya, Vianti memproduksi olahan berbasis jahe sebelum berinovasi menjadi produk bumbu instan.
Produk unggulan seperti bumbu rendang dan lengkuas menjadi favorit pasar karena kepraktisan dan cita rasa autentik.
“Produk kami menjaga rasa autentik sekaligus lebih sehat,” ujarnya.
Selain itu, produk Wan Alan juga diklaim tanpa tambahan MSG, sehingga menjadi nilai tambah bagi konsumen.
Saat ini, produk tersebut telah dipasarkan di berbagai toko oleh-oleh dan supermarket di Sumatra Barat.
Distribusi juga diperluas melalui reseller, marketplace, serta media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Pengembangan usaha Vianti tidak lepas dari dukungan program pemberdayaan dari BRI melalui platform LinkUMKM.
Sejak 2022, ia aktif mengikuti program Rumah BUMN dan BRIncubator.
“Banyak mendapat ilmu pemasaran, branding, dan manajemen usaha,” jelasnya.
BRI mencatat hingga Maret 2026, lebih dari 15,57 juta UMKM telah memanfaatkan platform LinkUMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha.
Program tersebut menyediakan ratusan modul pembelajaran serta akses pengembangan bisnis yang terintegrasi.
Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti menyebut pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam strategi penguatan ekonomi nasional.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan UMKM,” ujarnya.
BRI pun berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku usaha perempuan.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas dan semakin kompetitif di pasar global. (*)
Editor : Hengky Ristanto