Jawa Pos Radar Madiun - Risak, band rock serabutan yang dikenal dengan sikap liar namun tetap membumi, resmi merilis EP terbaru bertajuk “Rana Dawai Pesolek” pada 11 Desember 2025.
Mini album ini menandai fase baru perjalanan musikal Risak, tanpa kehilangan roh berandalan yang menjadi identitas mereka.
Secara musikal, Rana Dawai Pesolek menghadirkan komposisi yang ringan dan cair, namun tetap menggigit di telinga.
Baca Juga: Marryanne Hadirkan Kebisingan Patah Hati melalui Maxi-Single Feel the Pain
Formula rock yang diusung Risak tetap setia pada tiga kunci sederhana, namun konsistensi ini justru menjadi kekuatannya: lugas, langsung menghantam, dan penuh energi.
EP ini seperti jawaban atas kegelisahan yang lama dipendam, sebagaimana diungkap salah satu personel:
“Aku ingin menjadi apa yang biasa kamu sebut dengan Rock and Roll.”
Kalimat ini menjadi manifesto hidup yang menegaskan sikap dan identitas Risak.
Baca Juga: Maxi Single Tender Bawa Telly Blue Kian Dewasa dan Liar
Lirik-lirik dalam Rana Dawai Pesolek membawa pendengar menyusuri kehidupan di tepian kota.
Dari mengais rezeki halal dan haram, berhutang pada kawan demi segelas bir di akhir pekan, hingga menghabiskan waktu di gang sempit dan bangku kosong terminal.
Semua disampaikan jujur, tanpa romantisasi, menghadirkan kesepian sebagai karakter yang menetap namun tidak menghakimi.
Risak seolah menyampaikan kesadaran pahit: berharap pada negara adalah sia-sia.
Yang tersisa hanyalah bertahan, berjalan, dan memikul tanggung jawab atas pilihan hidup sendiri.
EP ini menampilkan gaya hidup berandalan berdandan liar, tapi tetap bertanggung jawab, dengan harapan yang diselipkan bukan sebagai permintaan, melainkan titipan bagi siapa pun yang merasa senasib.
Sebagai mini album, Rana Dawai Pesolek menjadi pernyataan sikap sekaligus refleksi perjalanan Risak.
Kini EP ini tersedia di seluruh kanal digital, siap menemani malam-malam panjang, jalanan sempit, dan pikiran yang terlalu bising untuk diam. (fin)
Editor : AA Arsyadani