Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kadar Gula Darah Normal, Tinggi, dan Rendah: Gejala, Penyebab, dan Cara Cek

Rimba Febriani • Kamis, 23 April 2026 | 07:16 WIB
Ilustrasi kadar gula. (ISTIMEWA)
Ilustrasi kadar gula. (ISTIMEWA)

Jawa Pos Radar Madiun - Kadar gula darah adalah jumlah glukosa dalam darah yang berperan sebagai sumber energi utama tubuh. Meskipun selalu berubah sepanjang hari, kadar gula darah tetap harus berada dalam batas normal agar tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Keseimbangan gula darah dipengaruhi oleh asupan makanan, hormon insulin, serta sensitivitas sel tubuh terhadap insulin. Jika terlalu tinggi atau terlalu rendah, kondisi ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Apa yang Terjadi Jika Gula Darah Terlalu Tinggi?

Kadar gula darah dikatakan tinggi atau hiperglikemia jika melebihi 200 mg/dL.

Baca Juga: Resep Kerang Saus Pedas Manis: Menu Seafood Rumahan yang Gurih dan Bergizi

Penyebab gula darah tinggi:

Kekurangan insulin

Resistensi insulin (sel tubuh tidak merespons insulin)

Pola makan tidak sehat

Kurang aktivitas fisik

Stres, infeksi, atau penggunaan obat tertentu

Gejala gula darah tinggi:

Sering haus

Sering buang air kecil

Mudah lelah

Berat badan turun tanpa sebab

Nafsu makan meningkat

Jika kadar gula mencapai 350 mg/dL atau lebih, gejala bisa semakin berat seperti:

Penglihatan kabur

Pusing

Gelisah

Penurunan kesadaran

Bahaya gula darah tinggi:

Jika tidak ditangani, dapat menyebabkan:

Ketoasidosis diabetik

Sindrom hiperglikemik hiperosmolar

Kerusakan ginjal

Kerusakan saraf

Penyakit jantung dan stroke

Apa yang Terjadi Jika Gula Darah Terlalu Rendah?

Gula darah rendah atau hipoglikemia terjadi saat kadar gula darah di bawah 70 mg/dL.

Penyebab hipoglikemia:

Efek samping obat diabetes (terutama insulin)

Tidak makan cukup setelah minum obat

Aktivitas fisik berlebihan

Konsumsi alkohol

Penyakit tertentu

Gejala gula darah rendah:

Lemas dan gemetar

Keringat dingin

Jantung berdebar

Lapar berlebihan

Pusing dan gelisah

Jika kadar gula turun di bawah 40 mg/dL, gejala bisa lebih serius:

Sulit bicara

Kejang

Tidak bisa berdiri

Hilang kesadaran

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berakibat koma bahkan kematian.

Cara Cek Kadar Gula Darah

Pemeriksaan gula darah penting untuk mendeteksi diabetes dan memantau kondisi tubuh. Tes bisa dilakukan di rumah atau di laboratorium.

Jenis tes gula darah:

Gula darah puasa → setelah puasa 8 jam

TTGO (tes toleransi glukosa) → setelah minum larutan glukosa

HbA1c → melihat rata-rata gula darah 2–3 bulan

Gula darah sewaktu → kapan saja tanpa persiapan


Kadar Gula Darah Normal

1. Setelah makan (2 jam):

Normal: <140 mg/dL

2. Setelah puasa:

Normal: ≤100 mg/dL

3. Gula darah sewaktu:

Normal: 80–120 mg/dL (tergantung kondisi)

4. HbA1c:

Normal: <7%

Catatan: Nilai dapat sedikit berbeda tergantung laboratorium dan kondisi individu.

Kadar gula darah yang seimbang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Baik gula darah tinggi maupun rendah dapat menimbulkan risiko serius jika tidak ditangani dengan baik.

Pemeriksaan rutin, pola makan sehat, dan gaya hidup aktif adalah kunci utama untuk mencegah diabetes dan komplikasinya.

Jika Anda mengalami gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, atau mudah lelah, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan gula darah dan konsultasi dengan dokter.

Editor : Rimba Febriani
#kadar gula darah normal #gula darah tinggi gula darah rendah