Jawa Pos Radar Madiun - Kadar gula darah adalah jumlah glukosa dalam darah yang berperan sebagai sumber energi utama tubuh. Meskipun selalu berubah sepanjang hari, kadar gula darah tetap harus berada dalam batas normal agar tubuh dapat berfungsi dengan baik.
Keseimbangan gula darah dipengaruhi oleh asupan makanan, hormon insulin, serta sensitivitas sel tubuh terhadap insulin. Jika terlalu tinggi atau terlalu rendah, kondisi ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Apa yang Terjadi Jika Gula Darah Terlalu Tinggi?
Kadar gula darah dikatakan tinggi atau hiperglikemia jika melebihi 200 mg/dL.
Baca Juga: Resep Kerang Saus Pedas Manis: Menu Seafood Rumahan yang Gurih dan Bergizi
Penyebab gula darah tinggi:
Kekurangan insulin
Resistensi insulin (sel tubuh tidak merespons insulin)
Pola makan tidak sehat
Kurang aktivitas fisik
Stres, infeksi, atau penggunaan obat tertentu
Gejala gula darah tinggi:
Sering haus
Sering buang air kecil
Mudah lelah
Berat badan turun tanpa sebab
Nafsu makan meningkat
Jika kadar gula mencapai 350 mg/dL atau lebih, gejala bisa semakin berat seperti:
Penglihatan kabur
Pusing
Gelisah
Penurunan kesadaran
Bahaya gula darah tinggi:
Jika tidak ditangani, dapat menyebabkan:
Ketoasidosis diabetik
Sindrom hiperglikemik hiperosmolar
Kerusakan ginjal
Kerusakan saraf
Penyakit jantung dan stroke
Apa yang Terjadi Jika Gula Darah Terlalu Rendah?
Gula darah rendah atau hipoglikemia terjadi saat kadar gula darah di bawah 70 mg/dL.
Penyebab hipoglikemia:
Efek samping obat diabetes (terutama insulin)
Tidak makan cukup setelah minum obat
Aktivitas fisik berlebihan
Konsumsi alkohol
Penyakit tertentu
Gejala gula darah rendah:
Lemas dan gemetar
Keringat dingin
Jantung berdebar
Lapar berlebihan
Pusing dan gelisah
Jika kadar gula turun di bawah 40 mg/dL, gejala bisa lebih serius:
Sulit bicara
Kejang
Tidak bisa berdiri
Hilang kesadaran
Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berakibat koma bahkan kematian.
Cara Cek Kadar Gula Darah
Pemeriksaan gula darah penting untuk mendeteksi diabetes dan memantau kondisi tubuh. Tes bisa dilakukan di rumah atau di laboratorium.
Jenis tes gula darah:
Gula darah puasa → setelah puasa 8 jam
TTGO (tes toleransi glukosa) → setelah minum larutan glukosa
HbA1c → melihat rata-rata gula darah 2–3 bulan
Gula darah sewaktu → kapan saja tanpa persiapan
Kadar Gula Darah Normal
1. Setelah makan (2 jam):
Normal: <140 mg/dL
2. Setelah puasa:
Normal: ≤100 mg/dL
3. Gula darah sewaktu:
Normal: 80–120 mg/dL (tergantung kondisi)
4. HbA1c:
Normal: <7%
Catatan: Nilai dapat sedikit berbeda tergantung laboratorium dan kondisi individu.
Kadar gula darah yang seimbang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Baik gula darah tinggi maupun rendah dapat menimbulkan risiko serius jika tidak ditangani dengan baik.
Pemeriksaan rutin, pola makan sehat, dan gaya hidup aktif adalah kunci utama untuk mencegah diabetes dan komplikasinya.
Jika Anda mengalami gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, atau mudah lelah, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan gula darah dan konsultasi dengan dokter.
Editor : Rimba Febriani