Jawa Pos Radar Madiun - Banyak pemilik kendaraan tergoda untuk mengubah tampilan motor agar terlihat lebih kekar dengan menggunakan ban berukuran besar.
Namun, di balik gaya yang gagah tersebut, terdapat konsekuensi teknis pada ban motor yang sering kali luput dari perhatian pengendara saat melakukan modifikasi.
Technical Analyst WMS, Wahyu Budhi, menjelaskan bahwa setiap komponen kendaraan sebenarnya sudah dirancang saling terintegrasi oleh pabrikan.
Mengubah ukuran ban motor secara sembarangan akan meningkatkan luas permukaan yang bersentuhan dengan aspal, sehingga gaya gesek pun meningkat drastis.
Akibat dari gesekan yang besar tersebut, mesin dipaksa bekerja jauh lebih keras untuk memutar roda, yang membuat tarikan motor terasa lebih berat.
Baca Juga: Waspada! Ini 6 Sinyal Bahaya Kulit Kepala Rusak akibat Terlalu Sering Mewarnai Rambut
"Permukaan ban yang lebih lebar meningkatkan gesekan dengan jalan. Akibatnya, mesin bekerja lebih keras dan akselerasi terasa lebih lambat," tulis edukasi dari PT Wahana Makmur Sejati tersebut.
Beban kerja mesin yang meningkat ini secara otomatis berbanding lurus dengan konsumsi bahan bakar yang menjadi jauh lebih boros dari biasanya.
Pengendara mungkin mendapatkan kepuasan secara visual, namun harus rela kehilangan efisiensi biaya operasional harian akibat penggunaan ban motor yang tidak sesuai spesifikasi.
Pihak Wahana Makmur Sejati mengimbau agar pengguna tetap mengacu pada standar pabrikan demi menjaga performa kendaraan tetap optimal.
Modifikasi yang hanya mengejar tampilan tanpa pertimbangan teknis yang matang justru akan merugikan pemilik motor dalam jangka panjang. (naz)
Editor : Mizan Ahsani