Jawa Pos Radar Madiun - Kabar gembira bagi para pencinta otomotif kelas atas di Tanah Air.
PT Eurokars Prima Utama, selaku agen pemegang merek (APM) resmi Ferrari di Indonesia, memastikan akan mendatangkan Ferrari Luce ke pasar domestik.
General Manager PT Eurokars Prima Utama, Nini Chiandra, membenarkan rencana ekspansi mobil listrik perdana pabrikan berlogo kuda jingkrak tersebut.
Meski demikian, pihak manajemen masih merahasiakan jadwal peluncurannya.
"Pasti akan (masuk Indonesia), tapi waktunya nanti, kita akan undang apabila kita sudah dapat tanggal pasti," kata Nini, Kamis (16/7).
Antusiasme pasar terhadap setiap produk baru keluaran Maranello selalu tinggi.
Nini mengungkapkan bahwa kehadiran lini kendaraan Electric Vehicle (EV) pertama ini sudah masuk dalam radar buruan para kolektor dan pelanggan setia Ferrari di Indonesia.
"Semua mobil yang dikeluarkan Ferrari biasanya pasar sudah menunggu. Karena sudah ditunggu sama customer juga," kata Nini.
Terkait masih abu-abunya tanggal rilis, pihak APM meminta konsumen untuk bersabar.
Proses distribusi kendaraan impor mewah ke Tanah Air tentu membutuhkan berbagai tahapan persiapan, apalagi mobil ini baru saja menjalani debut globalnya.
"Pasti akan datang ya, hanya masalah waktunya saja masih belum, karena memang di Maranello sendiri masih baru. Biasanya untuk masuk ke market kita pasti butuh waktu," kata Nini.
Baca Juga: Brigjen Donny Pramono Ungkap Dugaan Penyebab Ledakan Gudang Amunisi TNI di Madiun
Laris Manis Meski Tuai Perdebatan
Langkah Ferrari melahirkan EV pertama lewat seri Luce memang sempat memancing perdebatan sengit di dunia maya.
Banyak penggemar puritan yang mempertanyakan desain hingga peralihan dari mesin pembakaran internal (ICE) ke daya listrik murni.
Namun, pro-kontra tersebut tidak menyurutkan minat kaum crazy rich. Fakta di lapangan membuktikan mobil ini sangat laku keras di pasar Asia Timur.
Pada akhir Juni 2026, kuota sebanyak 88 unit Ferrari Luce yang disediakan khusus untuk pasar China langsung ludes terjual sesaat setelah diluncurkan.
Berbicara soal nominal, banderol Ferrari Luce sangat bervariasi bergantung pada regulasi dan wilayah pemasarannya. Secara global, harganya ditaksir berada di rentang Rp9,5 miliar hingga Rp16 miliar.
Di Benua Biru, mobil listrik perdana ini dipasarkan dengan harga mulai dari €550.000 atau setara Rp11,2 miliar.
Sementara itu, untuk wilayah Asia Tenggara seperti Thailand, harga jualnya bisa melambung drastis hingga menyentuh angka Rp 18,3 miliar.
Sebagai gambaran, uang Rp 18 miliar tersebut setidaknya cukup untuk membeli sekitar 106 unit Honda Brio Satya baru seharga Rp 170 jutaan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani