Jawa Pos Radar Madiun - Spanyol kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan menerima 20 anak asal Jalur Gaza beserta 81 anggota keluarga mereka.
Dalam misi evakuasi medis keenam yang dilakukan negara tersebut.
Rombongan ini diterbangkan melalui jalur Yordania untuk menjalani perawatan khusus di sejumlah rumah sakit di seluruh Spanyol.
Beragam Kondisi Medis yang Diderita
Anak-anak yang dievakuasi ini menderita berbagai kondisi medis serius, mulai dari luka trauma akibat konflik, penyakit ginjal, gangguan penglihatan (oftalmologi), kelainan jantung bawaan, penyakit metabolik, hingga hidrosefalus.
Baca Juga: Lebih dari 50 Serangan dalam Sepekan, Krisis Kemanusiaan di Palestina Kian Mengkhawatirkan
Kondisi-kondisi ini membutuhkan penanganan spesialis yang sudah sangat sulit didapatkan di fasilitas kesehatan Gaza akibat kerusakan infrastruktur medis yang parah selama konflik berlangsung.
Pernyataan Haru dari Pejabat Spanyol
Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, yang turut menyambut kedatangan rombongan ini menyebut anak-anak tersebut meninggalkan kekejaman di Gaza demi mendapat perawatan yang mereka butuhkan di rumah sakit Spanyol.
Ia menambahkan bahwa mereka tiba dengan rasa takut, namun juga membawa harapan, sebuah momen yang ia gambarkan sebagai kebanggaan nasional bagi Spanyol.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, turut menegaskan bahwa tidak ada manusia, apalagi anak-anak, yang seharusnya mengalami kengerian seperti yang tengah dialami di Gaza.
Ia menyebut Spanyol kini menampung sekitar 100 warga Palestina, termasuk rombongan anak-anak yang baru tiba beserta keluarga mereka, demi menjalani perawatan medis.
Baca Juga: Baru 5 Bulan Menikah, Kiper Gaza Ini Tewas di Tangan Tentara Israel Saat Cari Gas untuk Keluarganya
Sanchez menegaskan penyediaan layanan kesehatan ini sebagai kewajiban moral, sekaligus menyerukan pentingnya menjamin hak mereka untuk kembali dengan selamat ke tanah air mereka nantinya.
Bagian dari Rangkaian Langkah Diplomatik Spanyol
Misi evakuasi ini menjadi bagian dari respons lebih luas Spanyol terhadap perang di Gaza, yang juga mencakup sejumlah langkah diplomatik dan politik lain.
Termasuk seruan penangguhan Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Israel, penarikan duta besar dari Tel Aviv, pembatasan aktivitas yang terkait militer Israel, hingga desakan akuntabilitas atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
Spanyol sendiri tercatat sebagai negara pertama di kawasan Eropa yang menerima anak-anak Palestina yang sakit dan terluka untuk berobat, dimulai sejak Juli 2024.
Momentum Solidaritas yang Terus Berlanjut
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 1.000 evakuasi medis dari Gaza telah difasilitasi oleh negara-negara Kawasan Eropa.
Baca Juga: Spanduk 'Hancurkan Israel' Bentangkan Ribuan Orang di Festival San Fermin, Ini Faktanya
Dengan Spanyol menjadi salah satu kontributor terbesar sekaligus contoh bagi negara-negara lain untuk turut mengambil peran serupa dalam menangani krisis kemanusiaan di Gaza. (*)
*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : Middle East Monitor, WAFA