Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mahalnya Biaya Hidup di Kota Surabaya Dipengaruhi oleh Gengsi dan Fomo? Akademisi Ingatkan Hal Ini

Budhi Prasetya • Kamis, 7 Agustus 2025 | 19:50 WIB

 

Mal Tunjungan Plaza. Biaya hidup di Kota Surabaya disebut-sebut tergolong tinggi. Salah satunya karena gaya hidup.
Mal Tunjungan Plaza. Biaya hidup di Kota Surabaya disebut-sebut tergolong tinggi. Salah satunya karena gaya hidup.

Jawa Pos Radar Madiun – Warga di kota besar harus pintar-pintar mengatur keuangan keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tak terkecuali bagi masyarakat yang tinggal di Kota Surabaya. Itu jika merujuk hasil hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023 lalu.

Dimana biaya  yang harus dikeluarkan warga yang tinggal di Kota Pahlawan tiap bulannya terbilang tidak murah.

Dilansir dari JawaPos.com, rata-rata biaya hidup di Kota Pahlawan mencapai Rp 13.357.751,79 per bulan.

Tak heran jika Kota Surabaya sempat berada di posisi ketiga sebagai kota dengan biaya hidup termahal di Indonesia.

Pwee Leng, Dosen Universitas Kristen Petra Surabaya, menyebut jika tingginya biaya hidup di kota besar tidak hanya disebabkan harga kebutuhan pokok.

Gaya hidup masyarakat urban juga dinilainya menjadi salah satu penyebab utamanya.

"Sebenarnya bukan disalip oleh UMK, tapi biaya hidup kita ini disalip oleh gaya hidup," ujarnya, Rabu 6 Agustus 2025.

Menurutnya, tiga faktor utama pemicu tinggilanya biaya hidup di Surabaya adalah harga properti yang tinggi, biaya transportasi karena ketergantungan dengan kendaraan pribadi, serta gaya hidup konsumtif.

Khusus faktor ketiga, Pwee Leng menyebut di kota metropolitan banyak tempat hiburan, pusat perbelanjaan dan beragam kuliner yang menawarkan gaya kekinian.

"Masyarakat kita sekarang lebih ke gengsi atau FOMO. FOMO itu duluan daripada nalar logika yang benar. Begitu pendapatannya naik, gaya hidupnya ikut naik juga," kata Pwee Leng.

Lantaran itulah, dirinya mengingatkan masyarakat agar lebih bijak mengelola keuangan.

Mahalnya harga properti, tingginya biaya transportasi dan godaan gaya hidup, perencanaan keuangan yang matang menjadi kunci keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. (*)

Editor : Budhi Prasetya
#pusat perbelanjaan #hasil survei #biaya hidup #kota surabaya