Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Puluhan Sekolah di Madiun Terancam Diregrouping, Ini Penjelasan Dinas Pendidikan

Dian Rahayu • Senin, 12 Mei 2025 | 02:00 WIB
Regrouping sekolah menjadi opsi Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun untuk mengatasi kekurangan guru dan kerusakan ruang kelas. FOTO: DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN
Regrouping sekolah menjadi opsi Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun untuk mengatasi kekurangan guru dan kerusakan ruang kelas. FOTO: DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Penggabungan sekolah atau regrouping kini jadi opsi solusi mengatasi kerusakan ruang kelas serta kekurangan guru di Kabupaten Madiun.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) menyebut langkah ini juga bisa menutup kekosongan 97 kursi kepala sekolah yang kini hanya diisi pelaksana tugas (plt).

‘’Memang ada rencana regrouping, selain untuk penanganan sekolah rusak juga mengatasi terbatasnya tenaga pendidik,’’ ujar Sekretaris Dikbud Mochamad Hasan, beberapa waktu lalu.

 

Hasan menjelaskan, dari tahun ke tahun jumlah guru di Madiun menurun karena pensiun dan mutasi.

Sementara penambahan dari jalur PPPK dan PPG belum mencukupi. Regrouping juga dinilai bisa menghemat beban anggaran dan mempermudah penataan formasi.

‘’Potensinya pada sekolah yang satu halaman atau sangat berdekatan,’’ terangnya.

 

Kabid Pembinaan SD Dikbud Madiun, Nur Arief Indrokaryoto menambahkan, saat ini pihaknya masih memetakan sekolah-sekolah yang memungkinkan digabung.

Pemetaan mempertimbangkan lokasi geografis agar tidak menyulitkan siswa. "Belum ada jumlah pasti. Masih perlu pendataan dan rapat dengan pengawas," ucapnya.

Tahun ini, anggaran rehabilitasi sekolah hanya mampu menyentuh 22 lembaga prioritas rusak berat. Sementara total bangunan rusak mencapai 216 unit.

‘’Regrouping ini bisa jadi langkah efisien untuk mempercepat perbaikan kualitas pendidikan,’’ pungkas Hasan. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#sekolah rusak #regrouping #madiun #kekurangan guru