Jawa Pos Radar Madiun – Pendaftaran sistem penerimaan murid baru (SPMB) di SMAN 1 Dolopo belum menunjukkan antusiasme maksimal di jalur afirmasi.
Dari total kuota 112 siswa untuk jalur ini, hanya 50 pendaftar yang tercatat dan seluruhnya diterima.
Kepala SMAN 1 Dolopo, Mahfud Efendi, mengatakan bahwa kuota jalur afirmasi yang belum terpenuhi itu terdiri dari berbagai kategori.
Mulai dari mutasi orang tua, penyandang disabilitas, anak buruh, siswa dari keluarga kurang mampu, hingga prestasi non-akademik.
“Yang paling banyak dari kuota kurang mampu dan non-akademik. Mutasi orang tua dan anak buruh masing-masing hanya satu pendaftar dari delapan kuota yang tersedia,” jelas Mahfud saat dikonfirmasi, Jumat (20/6).
Pelaksanaan jalur afirmasi berlangsung 16–17 Juni lalu. Namun, pagu belum penuh hingga kini.
Mahfud menyebut, belum optimalnya pemanfaatan jalur afirmasi disebabkan beberapa faktor.
Di antaranya adalah rendahnya pendaftar pada kategori khusus seperti disabilitas dan mutasi kerja orang tua.
Meski demikian, Mahfud optimistis kuota total SPMB SMAN 1 Dolopo tahun ini, yakni 228 siswa, akan terpenuhi.
Dua jalur pendaftaran lainnya—yakni jalur prestasi akademik dan jalur domisili—masih akan dibuka dalam waktu dekat.
“Masih ada dua tahap. Kami yakin terpenuhi, terlebih kemarin saat pengambilan PIN tercatat 328 calon siswa melakukan verifikasi di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, siswa yang telah diterima di jalur afirmasi, sistem PIN-nya otomatis terkunci dan tidak bisa mendaftar lewat jalur lain.
Mereka diminta melakukan daftar ulang mulai kemarin hingga hari ini.
Untuk jalur prestasi akademik, SMAN 1 Dolopo menyediakan kuota 72 siswa, sedangkan jalur domisili sebanyak 101 siswa.
Tahun lalu, SMAN 1 Dolopo berhasil memenuhi seluruh pagu sebanyak 288 siswa.
“Kami harap tahun ini juga bisa memenuhi semuanya,” tambah Mahfud.
Salah satu siswa yang sudah diterima adalah Erfan Vrangga Yogi Pratama, lulusan SMPN 2 Dolopo.
Ia diterima melalui jalur prestasi non-akademik dan terlihat melakukan daftar ulang di sekolah.
“Sempat daftar di SMK tapi tidak cocok, akhirnya pindah ke SMA ini. Alhamdulillah sudah diterima. Daftar ulang tinggal bawa surat kelulusan, rapor, dan KK,” katanya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto