Jawa Pos Radar Madiun – Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Madiun.
Angka prevalensi stunting di wilayah ini terus menurun signifikan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun, prevalensi stunting kini tercatat hanya 5,29 persen, jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 19 persen.
“Alhamdulillah, capaian ini cukup baik dan menunjukkan bahwa upaya kita dalam menekan angka stunting mulai membuahkan hasil,” ujar Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi saat menghadiri kegiatan bulan timbang serentak di Desa Randualas, Kecamatan Kare, Jumat (7/11).
Meski angka stunting sudah turun, Pemkab Madiun tak ingin berpuas diri.
Program pencegahan terus digencarkan, salah satunya melalui bulan timbang yang digelar rutin di seluruh desa.
“Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi tumbuh kembang anak, agar setiap permasalahan gizi bisa diketahui lebih awal dan segera ditangani,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemantauan gizi tidak hanya untuk balita, tetapi juga ibu hamil agar kesehatan dan tumbuh kembang anak tetap optimal.
“Jangan sampai anak-anak terganggu tumbuh kembangnya. Dari merekalah lahir generasi masa depan,” lanjutnya.
Pemkab juga menyalurkan bantuan gizi bagi anak stunting, ibu hamil dengan kekurangan energi kronis, serta balita dengan berat badan kurang.
“Kami akan terus berkolaborasi dengan semua pihak agar angka stunting di Kabupaten Madiun bisa ditekan hingga nol,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto