Jawa Pos Radar Madiun – Menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Natal dan Tahun Baru (Nataru), Bulog Cabang Madiun membuka posko pengendalian harga bahan pokok di Pasar Sayur Caruban, Mejayan.
Posko ini disiapkan sebagai alternatif belanja masyarakat jika harga di pasaran melampaui harga eceran tertinggi (HET).
“Kami menyediakan beras, gula dan minyak goreng di posko. Ini untuk layanan jika harga di toko di atas HET (harga eceran tertinggi), warga bisa mencari di posko ini dengan harga di bawah HET,” ungkap Kepala Bulog Cabang Madiun, Agung Sarianto.
Agung mengakui, permintaan beras meningkat signifikan sejak sepekan terakhir.
Kenaikan terutama terjadi pada beras subsidi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga pada momentum perayaan Nataru.
“Ada kenaikan permintaan jelas, tapi ini masih dalam kendali karena stok kami di gudang mencukupi,” jelasnya.
Selain menjaga pasokan beras di tingkat konsumen, Bulog Cabang Madiun juga terus melakukan penyerapan gabah dari petani.
Meski berada di penghujung tahun, serapan gabah tetap berjalan hingga awal tahun depan.
Pada Desember ini, capaian serapan gabah di Kabupaten Madiun tercatat sekitar 15 ribu ton gabah atau setara 8 ribu ton beras.
Secara kumulatif sepanjang 2025, realisasi serapan gabah Bulog Cabang Madiun telah melampaui target.
“Serapan gabah terus kami lakukan meski di akhir tahun, sepanjang 2025 ini kami sudah terealisasi serapan gabah mencapai 103 persen, sudah sesuai target,” ungkapnya.
Agung memastikan harga pembelian gabah masih sama seperti musim panen sebelumnya, yakni Rp 6.500 per kilogram untuk gabah siap angkut.
“Harga masih sama, itu untuk gabah siap angkut dengan segala kondisi barang. Harapan kami per karungnya sesuai standar benar-benar berisi gabah dan tak banyak sampah agar sama-sama untung,” pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto