Jawa Pos Radar Madiun – Progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Nglames terus bergerak.
Meski capaian proyek baru sekitar sembilan persen, pekerjaan struktur dasar menunjukkan perkembangan signifikan.
Site Operation Manager PT Brantas Abipraya Setiawan Priyono menjelaskan, pekerjaan pemancangan telah mencapai sekitar 45 persen dari total kebutuhan sepanjang 1.900 meter.
Sekitar 800 meter tiang pancang telah terpasang.
Sementara pekerjaan timbunan lahan telah menyentuh 75 persen.
’’Untuk pekerjaan pancang saat ini sudah mencapai sekitar 45 persen. Kemudian pekerjaan timbunan sudah mencapai 75 persen,’’ ujarnya.
Aktivitas proyek kini terpusat di pembangunan gedung serbaguna yang memasuki tahap pile cap dan pengecoran lantai.
Proses pengecoran dijadwalkan dilakukan malam hari guna mempercepat pekerjaan.
Bangunan SMA juga telah masuk tahap pile cap sebagai penguatan struktur bawah.
Percepatan dilakukan menyusul instruksi pemerintah pusat agar kegiatan belajar mengajar jenjang SD, SMP, dan SMA dapat dimulai pada 20 Juni mendatang, meski kontrak proyek sebenarnya berakhir Agustus.
’’Kami memprioritaskan tiga bangunan utama, yakni SD, SMP, dan SMA. Sedangkan asrama dan bangunan pendukung berjalan paralel,’’ jelasnya.
Untuk mengejar target, kontraktor menyiapkan strategi pembagian tim kerja khusus per bangunan setelah Lebaran.
Jumlah tenaga kerja juga akan ditambah dari sekitar 150 orang per hari menjadi 700–800 pekerja.
Kendala utama proyek saat ini berasal dari faktor cuaca yang menghambat distribusi tanah uruk ke lokasi pembangunan.
Meski begitu, dukungan masyarakat dinilai sangat baik sehingga pekerjaan tetap berjalan kondusif. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto