Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun mulai mengantisipasi potensi lonjakan kebutuhan elpiji tiga kilogram menjelang Hari Raya Idul Adha.
Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun berencana mengajukan tambahan pasokan gas melon ke Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mulai Senin besok.
Kabid Perdagangan Disperdagkop-UM Kabupaten Madiun Budi Santoso mengatakan tambahan alokasi yang diajukan diperkirakan mencapai sekitar 25 ribu metrik ton (MT).
Saat ini, pihaknya masih menyiapkan surat permohonan resmi tambahan kuota tersebut.
“Memang ada rencana tambahan. Baru akan kami buat surat permintaan tambahan, kemungkinan diajukan Senin,” ujarnya, Minggu (24/5).
Menurut Budi, pengajuan tambahan pasokan mempertimbangkan jumlah rumah tangga dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Madiun.
Data Disperdagkop-UM mencatat terdapat sekitar 279.972 kepala keluarga serta 158.750 pelaku usaha mikro yang menjadi dasar perhitungan kebutuhan LPG subsidi.
“Pertimbangannya jumlah keluarga atau rumah tangga dan jumlah UM,” katanya.
Dia menjelaskan kebutuhan gas melon biasanya meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha, terutama untuk aktivitas memasak dan pengolahan daging kurban masyarakat.
Karena itu, tambahan pasokan dinilai penting agar distribusi elpiji subsidi tetap aman dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan LPG tiga kilogram di pasaran.
“Biasanya penggunaan meningkat saat hari raya,” imbuhnya.
Jika pengajuan dilakukan Senin, jawaban dari Pertamina diperkirakan keluar sehari berikutnya.
Apabila disetujui, distribusi tambahan LPG tiga kilogram bisa langsung disalurkan pada hari yang sama.
“Kemungkinan Selasa sudah ada jawaban dan penyalurannya,” tandasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto