Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ribuan Bumil, Busui, dan Balita di Madiun Belum Terjangkau Program MBG

Dian Rahayu • Sabtu, 6 Juni 2026 | 20:30 WIB
Program Makan Bergizi Gratis untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kabupaten Madiun belum menjangkau seluruh sasaran. DOK RADAR MADIUN
Program Makan Bergizi Gratis untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kabupaten Madiun belum menjangkau seluruh sasaran. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita di Kabupaten Madiun masih jauh dari target.

Hingga kini, belum separuh kelompok penerima manfaat kategori 3B tersebut yang telah memperoleh layanan program pemerintah pusat itu.

Data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Kabupaten Madiun menunjukkan, dari 55 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, baru 36 dapur yang melayani kelompok 3B.

Kepala DPPKB-PPPA Kabupaten Madiun Hendro Suwondo mengatakan, jumlah penerima manfaat dari kelompok bumil, busui, dan balita masih relatif kecil dibanding total sasaran yang ada.

“Wacananya kemarin 10 persen untuk 3B. Yang baru ini justru untuk 3B angkanya sekitar 500 orang. Itu fluktuatif setiap SPPG,” ujarnya, Sabtu (6/6).

Berdasarkan data Mei 2026, terdapat 2.854 ibu hamil di Kabupaten Madiun.

Namun, baru 1.117 orang yang mendapatkan manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Kondisi serupa juga terjadi pada kelompok ibu menyusui.

Dari total 6.339 busui, baru 2.063 orang yang telah terlayani program tersebut.

Sementara itu, jumlah balita yang menerima MBG baru mencapai 8.245 anak dari total 22.530 balita yang tercatat di Kabupaten Madiun.

“Makanya momentum adanya instruksi ini bisa mempercepat realisasi 3B pada program MBG,” sebut Hendro.

Menurut dia, masih terdapat 19 SPPG yang belum mengampu kelompok 3B.

Karena itu, pihaknya mendorong agar seluruh dapur MBG yang belum melayani ibu hamil, ibu menyusui, dan balita segera membuka akses layanan.

Selain itu, pemerintah daerah juga berharap jumlah SPPG terus bertambah agar seluruh sasaran program dapat tercover secara maksimal.

“Kami siap memfasilitasi tenaga lini lapangan untuk penyaluran dan pendampingan bahwa itu tepat sasaran,” katanya.

Hendro menegaskan, kelompok 3B merupakan sasaran strategis dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia yang unggul harus dibangun sejak masa kehamilan hingga usia dini.

Karena itu, perluasan cakupan Program Makan Bergizi Gratis menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan gizi ibu dan anak terpenuhi secara optimal.

“Kami berharap cakupan 3B ini semakin meluas sampai mengcover 100 persen. Sehingga, program yang mulia ini betul-betul optimal,” harapnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#Makan Bergizi Gratis #Balita #bumil #Kabupaten Madiun #Stunting