Jawa Pos Radar Madiun – Pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Madiun hampir tuntas.
Saat ini hanya tersisa satu jemaah yang masih berada di Tanah Suci dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 23 Juni mendatang.
Sebelumnya, empat jemaah haji asal Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, yang tergabung dalam Kloter SUB-50 telah tiba di tanah air pada akhir pekan lalu.
Kedatangan mereka disambut langsung tim penjemput dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Madiun di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES).
“Alhamdulillah, kemarin kami tim penjemputan langsung menyambut kepulangan jemaah haji Kloter 50 di Asrama Haji Embarkasi Surabaya yang ikut penggabungan dengan jemaah asal Mojokerto dan Surabaya. Semua berjalan lancar,” ujar Kepala Kemenhaj Kabupaten Madiun Bisri Mustafa, kemarin (15/6).
Menurut Bisri, empat jemaah yang baru tiba tersebut merupakan dua pasangan suami istri.
Dengan kepulangan mereka, kini hanya tersisa satu jemaah asal Kabupaten Madiun yang masih menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Total jemaah haji asal Madiun ada 457 orang. Maka masih ada seorang jemaah haji pamungkas yang masih kami tunggu kepulangannya ke Madiun yang dijadwalkan tanggal 23 Juni nanti,” katanya.
Jemaah terakhir tersebut tergabung dalam Kloter SUB-84.
Ia merupakan jemaah dari kuota cadangan pelimpahan orang tuanya yang berdomisili di Jakarta.
Meski sempat mengajukan mutasi keberangkatan ke Jakarta, visa yang diterbitkan tetap melalui Surabaya sehingga keberangkatan dilakukan dari Embarkasi Surabaya.
Bisri memastikan proses penjemputan nantinya akan dilakukan dengan mekanisme yang sama seperti kloter sebelumnya.
Tim Kemenhaj Kabupaten Madiun akan langsung menjemput jemaah di AHES sesuai jadwal kepulangan yang telah ditetapkan.
“Untuk skema penjemputannya sama. Nanti kami dari tim penjemputan Kemenhaj Kabupaten Madiun akan langsung menjemput di AHES sesuai jadwal. Alhamdulillah kabarnya yang bersangkutan saat ini masih di Mekkah dan dalam keadaan sehat,” imbuhnya.
Secara keseluruhan, kondisi jemaah haji asal Kabupaten Madiun yang telah kembali ke tanah air dilaporkan dalam keadaan baik.
Meski terdapat satu hingga dua orang yang memerlukan penanganan kesehatan lanjutan karena kondisi fisik yang menurun saat proses pemulangan, tidak ditemukan persoalan serius.
Setelah seluruh jemaah kembali ke daerah asal, Kemenhaj Kabupaten Madiun berencana melakukan evaluasi bersama sejumlah instansi terkait guna meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.
“Setelah penyelenggaraan ini selesai, kami akan duduk bersama dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Dispendukcapil, dan Imigrasi untuk evaluasi agar pelaksanaan ke depan bisa lebih baik lagi,” tandas Bisri. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto