Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sinergi Pemkab Madiun dan UNS Caruban Lahirkan Talenta Emas di Ajang INOTEK 2026

Dwita Ikhtiananda • Jumat, 17 Juli 2026 | 10:55 WIB
Pemkab Madiun dan UNS Caruban menggelar penganugerahan INOTEK 2026. Bupati Hari Wuryanto mendorong uji coba dan perlindungan HAKI inovasi warga.
Pemkab Madiun dan UNS Caruban menggelar penganugerahan INOTEK 2026. Bupati Hari Wuryanto mendorong uji coba dan perlindungan HAKI inovasi warga.

Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus memacu lahirnya ide-ide brilian dari elemen masyarakat demi percepatan pembangunan daerah.

Komitmen ini terlihat nyata dalam ajang Penganugerahan Pemenang Lomba Inovasi dan Teknologi (INOTEK) sekaligus Pameran Inovasi Kabupaten Madiun 2026 yang dihelat di halaman Kampus UNS Caruban.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., menyambut positif tingginya partisipasi warga dalam kompetisi bergengsi tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat menaruh kepedulian tinggi untuk membangun daerah melalui sentuhan teknologi mutakhir.

"Antusiasme ini menunjukkan kepedulian seluruh masyarakat untuk memajukan Kabupaten Madiun melalui inovasi. Di era digital seperti sekarang, tanpa inovasi akan sulit bagi kita untuk berkembang dengan baik," kata Hari.

Orang nomor satu di jajaran Pemkab Madiun itu secara khusus menyoroti beberapa temuan luar biasa yang berhasil ditampilkan. Ragam terobosan tersebut mencakup banyak sektor vital kehidupan masyarakat.

"Kami berharap inovasi-inovasi ini benar-benar mampu menjadikan Kabupaten Madiun lebih maju dan lebih sejahtera. Tadi ada berbagai inovasi, mulai dari pengelolaan pajak, pengolahan sampah, pelayanan kesehatan, hingga inovasi untuk mendeteksi penyakit TBC hanya melalui suara batuk. Ini luar biasa," paparnya.

Bupati menilai temuan alat pendeteksi Tuberculosis (TBC) tersebut sangat solutif dan efisien.

"Kalau biasanya harus menghadirkan dokter dan alat-alat tertentu, kini melalui inovasi tersebut prosesnya bisa lebih efisien. Harapan kami, inovasi-inovasi ini benar-benar dapat membantu Pemerintah Kabupaten Madiun dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Fasilitasi Kelayakan Klinis dan HAKI

Meskipun mengundang decak kagum, deretan karya inovatif tersebut tidak bisa serta-merta dioperasikan secara massal. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memfasilitasi tahapan krusial selanjutnya demi memastikan keamanan dan legalitas produk.

"Karena ini masih tahap awal, tentu akan kami lakukan proses lanjutan terlebih dahulu, termasuk pengujian dan perlindungan hak kekayaan intelektual jika diperlukan. Semua inovasi harus melalui uji coba untuk melihat kelayakannya, sehingga tidak bisa langsung diterapkan begitu saja," tegas Bupati.

Standardisasi kelayakan pakai menjadi syarat mutlak sebelum sebuah inovasi dilepas ke ranah pelayanan publik.

"Secara konsep dan kreativitas, inovasi-inovasi ini sudah sangat baik. Namun tetap perlu dikaji dan memperoleh sertifikasi atau persetujuan sesuai ketentuan pemerintah agar benar-benar layak digunakan dalam pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.

Saat ini, sebagian penemuan warga tersebut sudah mulai memasuki fase percobaan di lapangan guna mengukur tingkat keberhasilannya.

"Beberapa inovasi memang sudah mulai diimplementasikan, tetapi masih dalam tahap uji coba. Nanti akan kami evaluasi, misalnya setelah tiga bulan. Jika hasilnya sudah baik dan memenuhi standar, baru akan diterapkan secara lebih luas," ujar Hari.

Menutup arahannya, Bupati Hari Wuryanto memberikan pesan menohok agar masyarakat tetap menjadi pengendali utama di tengah arus disrupsi, bukan justru diperbudak oleh mesin.

"Saya berharap kesempatan besar di era digital ini jangan disia-siakan. Jangan sampai kita justru dikuasai oleh teknologi digital. Digital adalah sarana dan alat untuk membantu kita bekerja lebih baik, memberikan pelayanan terbaik, serta menciptakan nilai tambah yang besar. Jadi jangan sampai kita diperalat oleh teknologi, tetapi manfaatkanlah teknologi untuk menghasilkan karya dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat," pesannya.

Kolaborasi Akademis Cetak Prestasi Nasional

Di sisi lain, Dekan Sekolah Vokasi UNS, Prof. Dr. Eng. Ir. Herman Saputro, M.Pd., M.T., mengapresiasi iklim kolaborasi yang harmonis dengan pemerintah daerah yang hingga kini terus merajut tren positif.

"Kerjasama antara UNS dengan Pemkab Kabupaten Madiun ini sudah terjalan sejak lama dan alhamdulillah setiap tahunnya kerjasama ini semakin tumbuh dan berkembang dengan baik," tutur Prof. Herman.

Sinergi berkelanjutan ini tak hanya berhenti pada pameran riset, melainkan juga membuahkan perluasan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri berprestasi di wilayah Madiun.

"Dukungan dari Pemkap Madiun kepada Kampus UNS juga sangat luar biasa termasuk kami dipercaya untuk mengelola beasiswa bersahaja dari Bapak Bupati kepada masyarakat atau anak-anak dari Kabupaten Madiun yang pinter, tetapi memiliki kendala finansial dalam melakukan studi lanjut ke universitas," jelasnya.

Prof. Herman juga menyoroti betapa kompetitifnya mental para pelajar asal Madiun saat berlaga di kancah nasional. Karya-karya unggulan mereka acap kali menyabet penghargaan tertinggi.

"Alhamdulillah kalau kami melihat dan mencermati inovasi yang terlahirkan dari kampus Madion ini sudah cukup banyak dan terbukti beberapa event-event perlombaan inovasi nasional, ada namanya Olimpia Vokasi Nasional, malah justru pemenangnya juara mendali emasnya itu dari anak-anak dari Kabupaten Madion," bebernya.

Ia meyakini kuatnya kolaborasi lintas sektor yang mengakar di Madiun akan membawa karya anak bangsa ini diminati oleh sektor industri yang lebih luas.

"Ini membuktikan bahwa talenta-talenta anak-anak Madiun ini cukup luar biasa tinggal bagaimana kita mengolahnya jadi tadi nyambung yang sampaikan dari Bapak Bupati antara akademisi, kemudian beroperasi dan bisnis dan government gitu ya itu bisa sejalan dan nanti inovasi ini siapa tau yang mengambil bisnisnya gitu kan bermanfaat untuk siapa, untuk masyarakat ini mudah-mudahan bisa semakin tumbuh dengan baik," pungkas Prof. Herman. (*)

Editor : Mizan Ahsani
inotek 2026 sekolah vokasi uns UNS Caruban Pemkab Madiun hari wuryanto