Jawa Pos Radar Madiun - Banyak orang mengira sensitivitas hanyalah persoalan fisik yang terlihat, seperti kulit yang bereaksi terhadap cuaca.
Namun, Psikolog Indah Sundari Jayanti menekankan bahwa sensitivitas adalah sinyal alarm dari dalam diri yang menandakan tubuh dan mental membutuhkan perhatian ekstra.
"Sensitivitas itu bukan hanya tentang kulit, tapi juga dari dalam. Ini adalah sinyal alami bahwa kita tidak boleh terus memaksakan diri," ujar Indah.
Mengenali Gejala Emotionally Drained
Salah satu dampak nyata dari sensitivitas mental adalah kondisi emotionally drained atau kelelahan emosional. Indah menjelaskan, kondisi ini sering kali datang tanpa pemicu yang jelas di permukaan.
Gejalanya merasa kesepian di tengah keramaian atau tiba-tiba ingin menangis tanpa sebab.
Maknanya, ini adalah warning bahwa energi mental Anda sedang terkuras habis.
Baca Juga: Masak Lebih Presisi dengan Kompor Seamless Modena, Suhu Api Bisa Diatur secara Rinci
Anxiety dan Reaksi Fisik Mendadak
Dampak sensitivitas yang diabaikan dapat memicu kecemasan berlebih (anxiety) hingga serangan panik (panic attack).
Indah sering menemui klien yang mengalami sesak napas, badan kaku, hingga tangan gemetar secara mendadak.
"Itu artinya mental kita sedang berbicara. Momen sensitivitas kita sedang memberikan sinyal bahwa ada beban yang belum terselesaikan," jelasnya.
Editor : Mizan Ahsani