Jawa Pos Radar Madiun - Bayangkan tubuh Anda adalah sebuah sistem perpipaan yang bekerja tanpa henti selama puluhan tahun.
Banyak dari kita baru mulai panik ketika pipa tersebut menunjukkan tanda kebocoran, padahal tekanan yang terlalu tinggi sudah mulai merusak dindingnya sejak lama.
Sebuah studi terbaru di tahun 2026 mengungkapkan fakta mengejutkan: angka tekanan darah Anda saat menginjak usia 30-an adalah kompas utama yang memprediksi kesehatan jantung Anda dua dekade mendatang.
Dr. Sudhir Kumar, seorang ahli neurologi dari Rumah Sakit Apollo, menekankan bahwa kewaspadaan terhadap tekanan darah harus dimulai jauh sebelum seseorang memasuki usia senja.
Menurutnya, setiap peningkatan kecil pada angka sistolik sebesar 10 mmHg saja sudah cukup untuk mendongkrak risiko penyakit kardiovaskular hingga 22 persen.
Artinya, mengabaikan tren kenaikan angka tersebut di usia muda sama saja dengan menabung bom waktu bagi kesehatan jangka panjang.
Banyak orang salah kaprah dengan menganggap bahwa risiko hanya muncul saat angka tekanan darah menyentuh batas hipertensi 140/90.
Padahal, penelitian yang terbit di American Journal of Hypertension ini menegaskan bahwa ancaman penyakit kardiovaskular mulai mengintai tepat setelah angka melewati batas ideal 120/80.
Kerusakan pembuluh darah sering kali terjadi secara sunyi (silent damage) dan berlangsung terus-menerus seumur hidup, tanpa memandang jenis kelamin.
Baca Juga: Galaxy Z TriFold Hilang dari Pasaran, Generasi Kedua Siap Menggebrak dengan Desain Lebih Tipis?
Mengapa Angka Diastolik Sangat Krusial?
Bagi orang dewasa muda, angka bawah atau tekanan diastolik memegang peranan yang lebih vital daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Dr. Kumar menjelaskan bahwa diastolik yang tinggi merupakan indikator kuat adanya resistensi vaskular dini dan aktivitas sistem saraf simpatik yang berlebihan.
Kondisi ini mencerminkan bagaimana pembuluh darah mulai kehilangan elastisitasnya. Berikut adalah data korelasi peningkatan risiko berdasarkan angka tekanan darah:
Sistolik: Setiap kenaikan 10 mmHg = Risiko naik 22%.
Diastolik: Setiap kenaikan 5 mmHg = Risiko naik 20%.
Batas Aman yang Sebenarnya
Berdasarkan hasil studi, risiko terendah untuk penyakit kardiovaskular jangka panjang hanya ditemukan pada individu yang mampu menjaga tekanan darahnya di bawah 120/70.
Angka inilah yang seharusnya menjadi target utama bagi setiap orang, terutama mereka yang masih berada di kelompok usia produktif.
"Seseorang harus berhenti berpikir untuk mendapatkan perawatan hanya setelah angka melewati 140/90. Menyadari risiko sejak dini adalah kunci sebelum kerusakan pembuluh darah benar-benar terjadi," tegas Dr. Kumar.
Menunda pengobatan hingga mencapai ambang batas hipertensi klinis adalah langkah yang terlambat.
Dengan melakukan deteksi dini dan perubahan gaya hidup sebelum angka menyentuh 140, Anda memberikan kesempatan bagi jantung untuk tetap sehat hingga usia 50-an dan seterusnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani