Jawa Pos Radar Madiun - Banyak orang sangat khawatir dengan pola makan buruk atau kebiasaan merokok, namun sering kali mengabaikan satu ancaman yang lebih senyap yaitu kursi kerja mereka sendiri.
Dr. Sanjay Bhojraj, seorang spesialis jantung dan pembuluh darah, memperingatkan bahwa kebiasaan berdiam diri selama berjam-jam tanpa jeda adalah ancaman serius yang jarang dipikirkan orang dua kali.
Padahal, dampak dari gaya hidup pasif ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan jangka panjang.
Menurut Dr. Sanjay, perilaku berdiam diri secara terus-menerus akan mengakibatkan sirkulasi darah melambat secara signifikan.
Selama lebih dari 20 tahun praktiknya, ia menemukan bahwa kondisi ini memicu peningkatan kadar gula darah serta memperbesar risiko terjadinya pembekuan darah secara mendadak.
Inilah jalur utama bagaimana serangan jantung dan stroke mulai mengintai mereka yang jarang beranjak dari tempat duduknya.
Masalah berdiam diri ini juga memicu fenomena medis yang disebut "perlambatan metabolisme".
Saat tubuh tidak bergerak dalam waktu lama, enzim yang bertugas memecah lemak (lipid) dalam darah akan menurun drastis fungsinya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Dispenser Air Dingin dan Awet Terbaik 2026, Pilihan Tepat untuk Galon Bawah dan Atas
Daftar Risiko Kesehatan akibat Kurang Gerak:
-
Sirkulasi darah melambat.
-
Gula darah meningkat tajam.
-
Peningkatan risiko pembekuan darah.
-
Penurunan enzim pemecah lemak (lipid).
Lingkungan modern yang memaksa kita menghabiskan waktu di meja kerja dan sofa sebenarnya sangat bertentangan dengan biologi dasar manusia yang dirancang untuk aktif bergerak. (naz)
Editor : Mizan Ahsani