Jawa Pos Radar Madiun - Minum kopi sudah jadi kebiasaan harian banyak orang.
Kopi memang ampuh bikin mata melek dan tubuh bersemangat. Tapi, ada satu efek yang sangat sering muncul.
Setelah ngopi, kita jadi sering bolak-balik ke toilet. Entah itu untuk buang air kecil (pipis) atau buang air besar (BAB).
Kenapa hal ini bisa terjadi? Berikut adalah penjelasan medisnya.
Baca Juga: Tugas Kelar tapi Mata Susah Merem? Ini Cara Cepat Netralisir Efek Kopi Usai Begadang
Pemicu Sering Buang Air Kecil (Pipis)
Kopi memiliki kandungan kafein yang tinggi. Dokter Spesialis Urologi, dr. Yudistira P Kloping, menyebut bahwa kafein tidak hanya memengaruhi otak.
Zat ini juga bekerja langsung pada organ ginjal dan kandung kemih.
Pertama, kafein membuat ginjal bekerja lebih keras. Produksi urine meningkat sehingga volume air kencing menjadi lebih banyak.
Kedua, otot kandung kemih menjadi jauh lebih sensitif.
Kondisi ini membuat dorongan untuk pipis terasa lebih cepat. Padahal, kandung kemih sebenarnya belum terisi penuh.
Perpaduan dua proses inilah yang membuat kamu selalu ingin buang air kecil setelah ngopi.
Baca Juga: Lebih Sehat Mana, Matcha atau Kopi? Ini Perbandingan Efek dan Manfaatnya
Pemicu Sering Buang Air Besar (BAB)
Selain bikin sering pipis, kopi juga memicu rasa mulas.
Masuknya kopi ke dalam perut akan memicu refleks gastrokolik. Ini adalah sinyal alami dari lambung menuju usus besar.
Usus akan langsung berkontraksi dan mendorong kotoran menuju rektum.
Ada beberapa komponen dalam kopi yang memperlancar proses BAB, antara lain:
Kafein, zat ini merangsang pergerakan otot di saluran pencernaan.
Asam Klorogenat, meningkatkan produksi asam lambung untuk mencerna makanan.
Melanoidin, senyawa dari proses panggang biji kopi ini punya sifat mirip serat.
Efek Osmotik, kopi menarik air masuk ke dalam usus. Tinja pun menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan.
Kapan Harus Waspada?
Efek bolak-balik ke toilet usai minum kopi adalah respons tubuh yang sangat normal.
Kondisi ini aman selama masih dalam batas wajar. Setiap orang punya batas toleransi kopi yang berbeda-beda.
Namun, kamu harus mulai waspada jika muncul efek yang berlebihan.
Segera hentikan minum kopi jika perut terasa kram hebat atau terjadi diare parah.
Jangan ragu untuk periksa ke dokter jika gejala sakit perut tidak kunjung hilang. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura.