KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Capaian imunisasi measles and rubella (MR) di Kota Madiun sejauh ini belum menyentuh angka yang ditargetkan. Menjadi pekerjaan rumah (PR) dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (dinkes PPKB) setempat untuk mengejar perolehan sasaran. Buntutnya, program imunisasi untuk balita itu diperpanjang hingga 13 September mendatang.
Sejatinya, capaian imunisasi MR di Kota Madiun sudah terbilang tinggi. Yakni, 91,71 persen. Namun, pemkot belum merasa puas. Realisasi imunisasi ditargetkan menyentuh angka 95 persen dari total 9.513 sasaran. Karena itu, dinkes PPKB dituntut bekerja keras mengejar kekurangan tersebut, mengingat waktu menyisakan sepekan ke depan.
‘’Selain membuka layanan di setiap puskesmas, kami akan sweeping balita dan anak yang belum imunisasi dari rumah ke rumah,’’ kata sub-koordinator pengelolaan layanan kesehatan ibu, balita, dan gizi masyarakat Dinkes PPKB Kota Madiun Heni Siswati, Rabu (7/9).
Heni mengatakan, belum maksimalnya capaian imunisasi MR dipicu beberapa faktor. Salah satunya, sejumlah balita belum terimunisasi karena alasan kesehatan seperti mengalami batuk atau pilek. ‘’Tapi, sweeping akan kami masifkan,’’ tegasnya.
Sementara, Puskesmas Banjarejo kemarin blusukan sejumlah sekolah untuk melaksanakan imunisasi. Di SDN Banjarejo, misalnya, petugas melakukan cek kesehatan mata serta tes baca huruf dari jarak jauh dan mengenali warna. Pun, pemeriksaan kesehatan telinga, mulut, dan gigi.
Tak hanya itu, pengukuran berat dan tinggi badan juga dilakukan. Upaya itu merupakan bagian dari deteksi dini stunting. ‘’Kami ingin anak-anak sehat semua dan menjadi generasi emas. Skrining harus kami lakukan untuk mencegah serta menangani gangguan kesehatan yang mereka alami,’’ kata Kepala Puskesmas Banjarejo dr Rohlina Agustriningtyas. (ggi/c1/isd)
Editor : Hengky Ristanto