Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sepulang Lawatan ke Korsel, Wali Kota Maidi Bakal Adopsi Full Smart City 

Hengky Ristanto • Minggu, 13 November 2022 | 13:28 WIB
OLEH-OLEH: Wali Kota Madiun Maidi menerima sertifikat Indonesia-Korea Smart City Technology Workshop 2022 dari Presiden ETRI Kim Myung-Joon kemarin. (NOOR AFLAH DISKOMINFO KOTA MADIUN FOR JAWA POS RADAR MADIUN)
OLEH-OLEH: Wali Kota Madiun Maidi menerima sertifikat Indonesia-Korea Smart City Technology Workshop 2022 dari Presiden ETRI Kim Myung-Joon kemarin. (NOOR AFLAH DISKOMINFO KOTA MADIUN FOR JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kunjungan kerja (kunker) Wali Kota Madiun Maidi di Korea Selatan (Korsel) berakhir Sabtu (12/11). Seiring rampungnya studi banding implementasi kota cerdas yang diprakarsai Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Sejumlah agenda diikuti orang nomor satu di Kota Pendekar itu selama di Negeri Gingseng. Mulai di Kota Daejeon, Jeounju, Seoul hingga Incheon. Ide dan gagasan smart city bakal dibawa pulang untuk diadopsi di Kota Madiun.

‘’Kota cerdas dan luar biasa. Semoga segala kemajuan di sini (Korsel, Red) bisa diterapkan di Kota Madiun,’’ kata Maidi saat dihubungi Jawa Pos Radar Madiun.

Maidi tiba di Korsel Minggu (6/11) lalu. Begitu menginjakkan kaki dia langsung dihadapkan dengan sejumlah agenda. Diawali technical workshop yang diselenggarakan Evolution and Transformation Research Institute (ETRI) di Kota Daejeon, Senin (7/11).

Di forum itu, perubahan pesat Daejeon dipaparkan. Termasuk upaya otoritas kota terbesar kelima di Korsel itu mewujudkan kota ramah lingkungan, melestarikan budaya, serta mengembangkan sains dan teknologinya.

‘’Daejeon dibangun dari kota lama menjadi kota baru yang menerapkan full smart city. Dari sini kami bisa belajar untuk membawa Kota Madiun bisa seperti ini,’’ jelasnya.

Menurut dia, perkembangan sains dan teknologi di Daejeon membuat infrastruktur maupun sumber daya manusia (SDM)-nya semakin maju sehingga patut dijadikan percontohan. Termasuk penataan jalur pedestrian yang rapi dan bersih.

‘’Saya lihat jika ada sampah yang menumpuk langsung dibersihkan petugas. Sepanjang saya jalan-jalan di sini (Daejon, Red), semua bersih,’’ ungkapnya.

Selasa (8/11), Maidi betolak ke Kota Jeonju. Jaraknya 62,2 kilometer dari Daejeon, kota pertama yang disambangi orang nomor satu di Kota Pendekar itu selama di Negeri Ginseng.

Berbeda dengan Daejeon yang dikenal dengan kota metropolitan, Jeonju mengusung konsep kampung tradisional dengan segudang budayanya. ‘’Saya berkunjung ke Jeonju Hanok Village (Kampung Hanok Jeonju), salah satu tempat wisata populer di Korsel,’’ katanya.

Maidi menjelaskan, Hanok Jeonju Village merupakan sebuah kampung tradisional di Jeonju, Provinsi Jeolla Utara. Sedikitnya 700 rumah dengan arsitektur khas tradisional Korea -biasa disebut hanok- masih dipertahankan di kampung itu. Lokasinya di Distrik Pungnam dan Gyo.

Ratusan hanok yang tersisa itu, lanjut Maidi, sengaja dilestarikan oleh pemerintah kota dan provinsi setempat. ‘’Kota kita punya sejumlah kampung yang nanti bisa dijadikan kampung wisata seperti ini,’’ ujar mantan sekda Kota Madiun tersebut.

Daya tarik wisata Kampung Hanok Jeonju cukup kuat. Buktinya, wisatawan lokal maupun manca negara tiada henti berdatangan. Dia meyakini wisata budaya tradisional masih diminati sampai sekarang. Pun, dapat diaplikasikan di Kota Madiun yang notabene kaya dengan aset budaya.

‘’Sepanjang saya jalan-jalan di sini, kawasannya sangat bersih. Bangunan-bangunan tradisionalnya juga menarik,’’ sebutnya.

Maidi berlanjut menyambangi Seoul, Rabu (9/11). Dalam lawatannya ke ibu kota Korsel itu, Maidi mengikuti workshop di Smart Seoul Exhibition Hall. Semua transformasi Kota Seoul serta kemajuan teknologi yang berbasis smart city dipamerkan. ‘’Saya belajar banyak di sini,’’ kata Maidi saat dihubungi Jawa Pos Radar Madiun.

Menurut Maidi, Seoul patut dijadikan kiblat smart city. Salah satunya melalui digitalisasi berbagai hal untuk menunjang pembangunan daerah setempat. Pun, sejumlah sudut kota dengan luas 605,2 kilometer persegi itu dapat terpantau lewat peranti monitor besar di Smart Seoul Exhibition Hall.

‘’Semua dipaparkan dalam workshop smart city center. Apa yang baik di sini dapat dicontoh dan diaplikasikan di Kota Madiun,’’ tuturnya.

Seoul, lanjut Maidi, merupakan pusat bisnis, keuangan, perusahaan multinasional, dan organisasi global. Tak heran jika di kota itu banyak gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan.

Kota dengan populasi 9.776 juta jiwa -hasil pendataan 2017- tersebut juga menjadi surga bagi para pecinta kuliner khas Korea. ‘’Kawasannya sangat bersih. Infrastruktur dan gedung tertata rapi. Seoul benar-benar smart city,’’ sebutnya.

Maidi menyebutkan, setidaknya ada satu ide dari Seoul yang bakal direalisasikan di Kota Madiun. Yakni, sarana wisata edukasi Waterworks Museum. Di sana dipajang peralatan hingga pipa air bersejarah. Selain itu, dilengkapi narasi untuk menggambarkan benda yang dimuseumkan tersebut. Mulai tahun pembuatan, fungsi, hingga cara kerjanya.

Menurut dia, keberadaan Waterworks Museum bisa diadopsi untuk PDAM Tirta Taman sari yang notabene memiliki instalasi pipa sejak era Belanda yang hingga saat ini masih berfungsi dengan baik.

‘’PDAM Tirta Taman Sari sudah cukup tua. Bersamaan dengan kesuksesannya, sudah sepantasnya dibuatkan museum. Nantinya dipamerkan alat dan pipa dari tahun ke tahun,’’ imbuhnya.

Kamis (10/11), Maidi ke Kota Incheon. Di sana mengikuti workshop paparan smart city di kota yang dikenal memiliki kawasan pecinan itu. Jumat (11/11), mengikuti final seminar dan farewell luncheon di Seoul. Hari ini, Maidi dijadwalkan kembali ke tanah air.

Lawatan Maidi ke Korsel itu bersama sejumlah kepala daerah di Jatim. Di antaranya Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (ggi/prog/fin) Editor : Hengky Ristanto
#kemenkominfo #Korea Selatan #Full Smart City #studi banding #kunjungan kerja #Wali Kota Maidi