Menurut dia, posisi kios tak banyak berubah. Hanya penataannya disesuaikan jenis dagangan. Ini untuk memudahkan pembeli mendapat barang yang dicari. ‘’Ada beberapa yang masih mencar. Ada pedagang sandal masuk konveksi, tidak masalah asal kuantitasnya tidak banyak,’’ sambung Mbah Guno, sapaan akrabnya.
Meskipun belum sepenuhnya pulih dibanding sebelum pandemi Covid-19, menurut dia, omzet pedagang berangsur membaik. Rata-rata naik sekitar 30 hingga 40 persen dalam sehari. ‘’Begitu pun dengan sisa stok barang, informasinya rata-rata pedagang biasanya habis ini masih tersisa 30 persen,’’ jelasnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi menambahkan, untuk sisa kios kosong saat ini sedang diproses bagi yang membutuhkan. Pun, tinggal sekitar 30 unit. Namun, itu dipersiapkan untuk jenis barang tertentu yang diminati masyarakat. ‘’Itu untuk mendongkrak daya beli masyarakat,’’ sebut Ansar.
Kios kosong itu akan ditawarkan kepada pedagang yang ingin memperluas lapak dagangannya. Namun, pihaknya tidak buru-buru. Sebab, masih banyak rencana untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Salah satunya, menjaring investor untuk membuka showroom mobil di lantai III dan memilah jenis dagangan di lantai II.
‘’Kalau konveksi masih direncanakan untuk kelengkapan peralatan bela diri, kombinasi dengan pembuatan kaos sablon dan sebagainya. Itu masih harus berproses. Karena sisa kios itu akan kami maksimalkan untuk menggaet pembeli,’’ pungkasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto