Jawa Pos Radar Madiun – Libur panjang Idul Adha 2026 mendorong peningkatan mobilitas masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat sebanyak 48.536 penumpang menggunakan layanan kereta api jarak jauh selama periode 26–28 Mei.
Menariknya, jumlah penumpang yang datang ke wilayah Daop 7 jauh lebih besar dibandingkan yang berangkat.
Kondisi tersebut menunjukkan Madiun Raya masih menjadi salah satu destinasi tujuan masyarakat selama momentum libur panjang.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, dari total pergerakan penumpang tersebut, sebanyak 28.115 pelanggan tercatat tiba di berbagai stasiun yang berada di wilayah operasional Daop 7.
Sementara itu, jumlah pelanggan yang berangkat selama periode yang sama mencapai 20.421 orang.
"Arus kedatangan masih mendominasi selama periode libur Idul Adha," ujarnya, Jumat (29/5).
Berdasarkan data KAI, puncak kedatangan terjadi pada Selasa (26/5) dengan jumlah mencapai 13.396 pelanggan.
Sedangkan puncak keberangkatan tercatat pada Kamis (28/5) sebanyak 8.253 pelanggan.
Hingga Jumat siang (29/5), tren keberangkatan masih menunjukkan angka yang cukup tinggi.
Tercatat sebanyak 5.038 pelanggan telah berangkat dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 7 Madiun.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga jadwal keberangkatan kereta terakhir pada malam hari.
Tohari memperkirakan dominasi arus kedatangan masih akan berlangsung hingga akhir pekan.
Setelah itu, pola pergerakan penumpang diprediksi berubah menjadi arus balik seiring berakhirnya masa libur panjang.
Berdasarkan data pemesanan sementara, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Senin (1/6).
Hingga Jumat siang, sebanyak 4.860 pelanggan telah melakukan pemesanan tiket keberangkatan pada tanggal tersebut.
Jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah karena penjualan tiket masih berlangsung hingga hari keberangkatan.
"Kami memperkirakan okupansi keberangkatan kembali meningkat pada Senin bersamaan dengan berakhirnya libur panjang," tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto