Jawa Pos Radar Madiun – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap pertama jenjang SMA dan SMK negeri di Kota Madiun berakhir dengan capaian maksimal.
Seluruh kuota yang tersedia pada tahap awal dipastikan terisi 100 persen setelah proses daftar ulang ditutup kemarin (15/6).
Kepala Seksi SMA/PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Madiun Changgih Swantaka Yoga Nendi mengatakan, total 828 kursi yang disediakan pada tahap pertama berhasil terisi seluruhnya. Rinciannya, 576 kursi untuk SMA negeri dan 252 kursi untuk SMK negeri.
“Secara keseluruhan sudah mencapai 100 persen,” ujarnya.
Menurut Changgih, proses daftar ulang berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Cabang Dinas Pendidikan terus melakukan pemantauan selama tahapan registrasi berlangsung.
Bahkan, sekolah diminta aktif menghubungi calon peserta didik yang belum melakukan daftar ulang hingga batas waktu yang ditentukan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Seluruh siswa yang telah dinyatakan diterima pada tahap pertama akhirnya menyelesaikan proses registrasi ulang sehingga tidak ada kursi yang tersisa.
Meski demikian, peluang masuk sekolah negeri masih terbuka bagi calon peserta didik yang belum lolos pada tahap awal.
Sebab, pendaftaran tahap kedua melalui jalur afirmasi, mutasi orang tua, dan prestasi hasil lomba SMA maupun SMK dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Juni mendatang.
“Yang belum berhasil jangan berkecil hati karena masih ada tahapan berikutnya,” kata Changgih.
Tahun ini, total kuota SMA negeri di Kota Madiun mencapai 1.649 siswa.
Jumlah tersebut terbagi di SMAN 1 Madiun dan SMAN 2 Madiun yang masing-masing menyediakan 350 kursi.
Kemudian SMAN 4 Madiun sebanyak 319 kursi, serta SMAN 5 dan SMAN 6 masing-masing 315 kursi.
Sementara itu, daya tampung SMK negeri mencapai 2.461 siswa. Rinciannya, SMKN 1 Madiun sebanyak 628 kursi, SMKN 2 sebanyak 455 kursi, SMKN 3 sebanyak 491 kursi, SMKN 4 sebanyak 455 kursi, dan SMKN 5 sebanyak 432 kursi.
Waka Kesiswaan SMAN 5 Madiun Budi Irawan menyebut seluruh peserta didik yang diterima melalui jalur domisili dan sebaran telah menyelesaikan daftar ulang.
Dari 110 siswa yang diterima pada tahap pertama, semuanya tercatat melakukan registrasi hingga batas akhir.
Menurut Budi, kendala yang paling banyak ditemui selama proses SPMB justru terjadi pada tahap verifikasi dan validasi nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), yang berada di luar kewenangan sekolah.
“Kendala terbanyak ada pada verifikasi validasi nilai TKA,” jelasnya.
Dia mengingatkan calon peserta didik yang akan mengikuti tahap kedua agar lebih cermat dalam menentukan pilihan sekolah.
Sebab, sistem penilaian masih menggunakan komposisi 60 persen nilai rapor dan 40 persen nilai TKA.
“Setelah memilih sekolah, pilihannya tidak bisa dipindahkan ke sekolah lain. Karena itu harus benar-benar diperhitungkan,” tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto