Jawa Pos Radar Madiun - Menghadapi disrupsi teknologi abad ke-21, dunia pendidikan dituntut tidak sekadar menjadi penonton pasif.
Keberanian mengambil lompatan besar inilah yang ditunjukkan oleh SMPN 2 Madiun.
Di bawah komando Eryn Irsa Ningtyas, sekolah ini sukses mengonversi ruang kelas konvensional menjadi sebuah
ekosistem digital yang adaptif, kompetitif, dan berwawasan masa depan.
Terobosan revolusioner tersebut dikemas dalam payung program SPENDA SMART ECOSYSTEM.
Visi ini lahir sebagai jawaban taktis atas berbagai tantangan krusial generasi muda saat ini,
mulai dari rendahnya literasi digital yang bijak, gap kemampuan belajar siswa, hingga tuntutan penguasaan teknologi global.
Melalui program ini, aspek kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) diadopsi secara bijak sebagai instrumen akselerasi mutu.
"Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat.
Sekolah harus tampil sebagai pelaku utama untuk menyiapkan peserta didik agar tidak hanya menjadi pengguna pasif,
melainkan menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan zaman,"
urai Kepala SMPN 2 Madiun, Eryn Irsa Ningtyas.
Implementasi cetak biru ini ditopang oleh lima pilar inovasi yang terintegrasi. Pada sektor ruang belajar,
dihadirkan Smart Classroom yang dilengkapi perangkat Interactive Flat Panel (IFP).
Sektor riset dikawal melalui program AI for Learning untuk mempermudah guru dan siswa mengeksplorasi media pembelajaran.
Lini birokrasi dirombak melalui Smart Administration demi pelayanan yang cepat dan transparan,
sementara kualitas pendidik diakselerasi melalui wadah Teacher Digital Academy.
Satu hal yang membuat kepemimpinan Eryn berbeda adalah ketegasannya dalam mengunci program Character and Digital Citizenship.
Melalui pilar ini, derasnya arus teknologi diimbangi dengan penanaman etika digital, literasi informasi, serta penguatan akar budaya nasional.
Walhasil, teknologi tidak mengikis moralitas, melainkan memicu tumbuhnya budaya kolaboratif yang positif di lingkungan sekolah.
Atas komitmen tinggi dan keberhasilan dalam memelopori tata kelola sekolah berbasis teknologi tinggi yang humanis dan berwawasan global ini,
Eryn Irsa Ningtyas dianugerahi penghargaan bergengsi Visionary Leader dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2026.
Kini, SMPN 2 Madiun tengah mantap melangkah menuju status Future Ready School.
"Teknologi kami hadirkan bukan untuk menggeser peran luhur guru, melainkan untuk memperkuat kualitas pengajaran.
Sekolah masa depan sejati adalah sekolah yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memanusiakan manusia
dan mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas," pungkas Eryn. (afi/*/naz)
Editor : Tim Magang Radar Madiun