Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kota Madiun menunjukkan capaian positif.
Dalam dua pekan sejak dimulai, realisasi pendataan telah mencapai 25,62 persen, melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 25 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Abdul Azis mengatakan, sensus yang dimulai pada 15 Juni 2026 terus mengalami peningkatan.
Seluruh data yang dikumpulkan petugas lapangan langsung dikirim ke server BPS melalui aplikasi digital sehingga perkembangan pendataan dapat dipantau secara real time.
"Capaian terus bergerak secara real time karena seluruh petugas menggunakan aplikasi di telepon genggam," ujarnya, Senin (6/7).
Pada Sensus Ekonomi 2026, BPS Kota Madiun menargetkan pendataan terhadap 75.308 sasaran, meliputi rumah tangga, pelaku usaha, hingga usaha pertanian.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS menerjunkan 151 petugas, terdiri atas 131 petugas lapangan dan 20 pengawas serta pemeriksa.
Meski capaian pendataan berada di atas target, Abdul Azis mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan.
Salah satunya, petugas kerap kesulitan menemui responden karena sebagian besar warga bekerja pada pagi hingga siang hari.
Selain itu, masih ada masyarakat yang enggan memberikan informasi karena khawatir data yang disampaikan akan dimanfaatkan untuk kepentingan perpajakan.
Abdul Azis menegaskan bahwa Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan pajak, perizinan usaha, maupun kegiatan pengawasan.
Seluruh data responden dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan sebagai dasar penyusunan statistik nasional.
"Petugas BPS bertugas mencatat, bukan mengawasi. Data responden tidak digunakan untuk pajak maupun evaluasi usaha," tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto